Showing posts with label Animal Cruelty Free Cosmetics. Show all posts
Showing posts with label Animal Cruelty Free Cosmetics. Show all posts

Apakah The Body Shop Halal? Liat dulu ulasannya

The Body Shop - Assalamualaikum, Manceman :D Meski telat, sebelumnya BCQ ucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, ya. Maafkan kalau di blog ini ada kata-kata yang gak berkenan di hati, ada kata-kata yang nyindir, nyinyir, nyebelin, ngeselin, dan segala yang bikin hati gak enak deh, ya. Dan semoga segala amal ibadah kita sepanjang Ramadhan lalu, diterima Allah SWT, Ameen.

Sesuai dengan judulnya qonitas, aku bikin tulisan ini berdasarkan pertanyaan pembaca. Semenjak nulis blog ini,  pertanyaan yg masuk ke email memang gak jauh-jauh dari pertanyaan kehalalan suatu produk kecantikan.

Kalau produk kecantikan yang sudah mengantongi label halal dari MUI, ya gak ada masalah dan tidak perlu ada pertanyaan lagi. Tapi bagaimana dengan produk lainnya? Maka dari itu, ada saja yg bertanya mengenai kehalalan produk ini, produk itu, dan yang terbanyak adalah mengenai kehalalan produk dari The Body Shop.

The Body Shop


Beberapa pertanyaannya sbb:
  • TBS halal ga?
  • Yakin tuh produk TBS halal, kan masih mengandung gliserin, bla...bla... (menyebutkan beberapa kandungan syubhat, kandungan yg bisa berasal dari hewan dan bisa juga berasal dari tumbuhan dan sintetik).
  • Gimana dong, produk TBS yang aku pake ada alkoholnya... Alkohol yang digunakan TBS termasuk yang halal apa enggak?
  • dll

Kalau aku cermati dari email-email yang masuk mengenai kehalalan produk kosmetik, aku rasa Muslimah sekarang udah pada pinter dan kritis. Mereka yang peduli dengan kosmetik halal, gak semerta-merta percaya dengan kehalalan produk berlabel 'natural' 'green' 'herbal' dll. Karena apa? Natural belum halal.

Misalnya gini, PRODUK *KOSMETIK NATURAL A, semua zat aktifnya betul 100% berasal dari ekstrak tumbuhan, tapi apakah zat pendukung lainnya yakin bebas hewan dan alkohol khamar? Bisa saja Gliserin-nya berasal dari hewan yang haram (babi atau sapi yang tidak disembelih secara syari) atau alkoholnya berasal dari industri khamar.

*Oiya, ngomong-ngomong, yang disebut dengan kosmetik (menurut ilmu kosmetologi) bukan cuma produk make-up aja ya, tapi meliputi skincare, bodycare, nail, foot, hair, dan usaha lain untuk merawat kecantikan luar. Soalnya banyak yg mengira kosmetik = produk makeup saja.
 
back to topic.

The Body Shop menurutku salah satu produk yang bisa menjadi alternatif kosmetik-kosmetik yang sudah mengantongi sertifikat halal resmi, karena:
  1. 100% vegetarian
    ...We never test on animals, and all our products are 100% vegetarian. We campaign with passion on issues close to our heart, because activism is in our blood. We always keep people, animals and the planet in mind. So when you shop with us, you are choosing... (sumber: http://www.thebodyshop.co.id/tbs/4/1-About%20The%20Body%20Shop.html)

    Untuk alternatif kosmetik halal, memang paling tepat kalau kita memilih poduk kosmetik vegan atau vegetarian. Kalau vegan, unsur kosmetiknya 100% bebas konstituen hewan bahkan bebas susu dan madu sekalipun, semuanya berasal dari tumbuhan dan sintetik. Kalau Vegetarian, bebas hewan 100% tapi masih menggunakan bahan yg behubungan dengan hewan (namun dihalalkan), misalnya: susu, madu, beeswax, royal jelly, lanolin wool domba, dan pewarna serangga (konon serangga tidak dikategorikan 'animal' menurut beberapa pendapat).

  2. Alkohol yang digunakan berasal dari industri non-khamr
    ...The Ethyl Alcohol is present as a solvent and is not intended for intentional ingestion and intoxication. Moreover, all Ethyl Alcohol used in our products is denatured as required by the regulatory authorities in every Market, in which we trade; this renders the Ethyl Alcohol as unsuitable for consumption. The Ethyl Alcohol is manufactured as a synthetic chemical and not by the alcoholic beverage industry. In view of this, our products containing Ethyl Alcohol have been allowed to be sold in all Markets, in which we trade, including those with a predominantly Muslim population.
    All other ingredients with the word ‘Alcohol’ in their names are not used in the alcoholic beverages for the purposes of intoxication, have significantly different chemical structures to Ethyl Alcohol and are well established cosmetic ingredients that are fully compliant with Halal requirements...
    (sumber: http://www.thebodyshop.com.hk/en/faqs_product.aspx)

    See? Berarti alkohol yg digunakan adalah alkohol yg sudah didenaturasi, bukan berasal dari beverage industry alias industri khamar (alkohol yang diproduksi untuk dikonsumsi dan intoxication (baca: mabuk) ).

    Alkohol jenis tersebut sudah memenuhi pernyaratan halal bila digunakan untuk kosmetik. Sesuai fatwa MUI, ada 2 syarat alcohol diperbolehkan ada di dalam kosmetik:
    1. Alkohol tersebut tidak berasal dari industri khamar (maksudnya, alkohol yang sengaja dibuat untuk minuman yang memabukkan)
    2. Alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan (madharatnya lebih besar)

Ada yang tanya, kenapa di situs TBS indo gak ada keterangan tentang alkoholnya. Harusnya sih TBS Indonesia mencantumkan dengan sejelas-jelasnya, secara Indonesia itu Muslimnya paling banyak. Tapi, memang tidak semua situs TBS mencantumkan rincian FAQ secara lengkap, pertanyaan mengenai alkohol TBS pun aku dapat dari TBS Hongkong *garukkepala.

Kabar dari Moslem Consumer Group (MCG)

Ada beberapa readers yg pernah email dan komen tentang kabar kehalalan TBS di Moslem Consumer Group (MCG). Mereka bertanya setelah membaca berita dari MCG mengenai TBS yang berbunyi seperti ini:
A sist has provided a e-mail to MCG from The Body Shop Company (reference Number 63461) where company claimed to use gelatin either from pork or non zabiha beef, Shellac which might be dissolved in alcohol. The Body Shop products are not recommended to be use by Muslims. March 17, 2013
http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Nah, bagaimana tanggapanku?

Jawabanku: Gak masalah, aku tidak terpengaruh dengan kabar MCG, karena:

    Silahkan baca poin mengenai 100% vegetarian dan Kehalalan alkoholnya di postingan ini.
    Fatwa di negara lain mengenai alkohol iu berbeda. Banyak negara yg mengharamkan 100% alkohol dalam kosmetik tanpa terkecuali. Sedangkan di Indonesia, kita mengikuti fatwa dari MUI, yg membolehkan alkohol/ethanol yg tidak berasal dari industri khamar.

    Jadi, gak heran, kalau muslim di luar Indonesia akan berpendapat haram saat melihat ethanol dalam ingredient kosmetiknya. Bahkan, MUI menghalalkan pewarna carmine (pewarna serangga yg bisa digunakan untuk kosmetik), yang mana oleh MCG dan banyak muslim lain pewarna tersebut diharamkan.

    Makanya, di MCG kalau ada kosmetik yang mengandung Carmine, pasti masuk kategori haram. Sedangkan kosmetik lokal yang sudah mengantongi sertifikat halal seperti Sariayu, masih bisa kita temukan pewarna carmine di daftar ingredientnya. Ya, berbeda pendapat menganai permasalahan khilafiyah itu gak masalah kan? Gak usah berantem, hehe.

    Kalau TBS, ternyata mengingkari janjinya untuk 100% vegetarian dan menggunakan alkohol yang dibenarkan, bukan hal yg mustahil kalau produknya akan diboikot jutaan Vegetarian, pecinta binatang dan Muslim yang sudah percaya dengan janji mereka. Dan yang pasti, Cruelty Free International nya dicabut. Karena kita tahu kan, produsen itu bisa sukses menjual produknya berdasarkan  kepercayaan dari konsumen.

    Kalau masih tidak percaya, itu terserah pilihan masing-masing. Kalau memang melakukan kebohongan besar, itu bukan urusan kita lagi dong, itu urusan TBS dengan Tuhan, hehe.  Kita sih selaku manusia percaya-percaya saja dengan mereka. Sik asiiikk... :D

    Aku sudah mengikuti perkembangan MCG sejak lama. Meskipun MCG bisa jadi informasi yang bermanfaat untuk Muslim yang tinggal di USA dan Canada sana, ada yang disayangkan dari MCG. Mereka sering tidak menindaklanjuti email-email pembaca yg masuk ke mereka/gak ditelisik lagi keabsahannya.

    Kalaupun pada akhirnya ditindaklanjuti, lumayan lama juga terbit update nya. Ada bagusnya, mereka SEGERA cross check langsung ke produsen produk yang bersangkutan. Jadi, sering informasinya berasal dari laporan email pembaca, "A sister/brother bla...". Nah, kabar beritanya sering stuck di situ. Kan, untuk urusan seperti ini, kita gak cukup berhusnuzhan ke sesama muslim, tapi harus langsung Tabayyun. Dalam Islam, Tabayyun atau konfirmasi itu penting, biar tidak merugikan satu pihak saja.

    Bonus: Produk The Body Shop, Gagal vs Cocok

    Ada banyak produk TBS yang kucoba, tapi yang gagal banyak juga, haha. Misalnya, beberapa produk sabun cair, lipbalm Born Lippy, aneka lip butternya, Seri Vitamin E, Seaweed, Facial wash seri Tea Tree, AIO Foundation, AIO foundation powder, Shiso BB (nyoba sample). Kadang, ada beberapa yang beberapa produknya memiliki efek yang serupa dengan beberapa produk lokal, misalnya body butter dan body scrubnya.

    Kalau kubandingkan, ya efeknya 11-12 lah, gak ada Body Butter atau Body Scrub TBS yang efeknya heboh gimana gitu. Tapi aku akui Body Butter dan Body Scrubnya enak-enak banget wanginya. Dan untuk urusan zat aktif, tentunya banyak produk lokal yg gak kalah bagusnya.

    Tapi, banyak juga yang sekali coba langsung sukses, sampai repurchase, misalnya: White Musk EDP, White Musk Libertine EDT. Wewangian musk mereka itu memang tidak asli Musk, tapi justru musk yg seperti itu yg kucari. Karena, kalau Musk asli pasti berasal dari kelenjar rusa jantan (menjangan), yang akhirnya mungkin tidak halal karena cara mengambilnya memang tidak melalui proses sembelihan.

    Satu lagi, wewangian dari seri Japanese Cherry Blossom (aku pake body mist nya). Untuk perawatannya, aku suka dari seri Cocoa, Coconut Shower Cream, Vitamin C Face Spritz, Aloe Toner, Cucumber Toner. Aroma dari seri Moroccan Rose juga syuka, tapi kemarin aku cari kok gak ada, discontinue ya??

    Kemudian untuk TBS tools beberapa yg aku suka ada:  Powder Brush, Eyebrow brush, Kabuki Brush, Bath Brushes nya (terutama yg cactus), Nail Buffer, Bath Gloves, Bath lili. Nah,untuk tools, TBS emang punya kualitas bagus, dan yg penting AWET banget. Jadi, belipun gak nyesel karena bisa jadi investasi yg bagus. Yang pernah bikin aku kecewa kayaknya cuma Eyelash curlernya.

    Dan selama 2013, ada beberapa produk TBS yg jadi favoritku. Beruntung, sekali nyoba langsung cocok:

    Oke, sepertinya penjelasan mengenai kehalalan produk The Body Shop sudah cukup jelas. Ngomong-ngomong, apa produk TBS favorit kalian?
    Wassalam, Love, Momzhak

    Hada Labo Gokujyun Foaming Face Wash | Review


    Sekarang lagi suka sama pencuci muka yang tipenya dipencet trus langsung keluar busa, kaya punya Hada Labo yang mau ku review sekarang ini, nih. Kesannya praktis tapi muka tetep terasa bersih.

    Sebenarnya ini bukan pertama kalinya pakai pembersih muka semacam ini. Dulu pernah pakai Sebamed Clear Face Cleansing Foam sama Acnes Foaming Wash, tapi cuma pakai sesekali aja, belinya pun cuma karena kepengen, hehe. Beda sama hadalabo yang ini, kepake terus dari pertama beli :D

    Masalah Kulit Badan Yang Kering, Mandi Tanpa Sabun atau Pilih Sabun Natural??

    qonitas - Salah satu jenis kosmetik yang paling ribet kucari adalah sabun mandi. Rasanya jauh lebih susah dibanding nyari suami idaman *maaf para Jones :p

    Disaat kulit wajahku berminyak, di beberapa area kulit seperti kaki dan tangan malah cenderung kering. Dan keringnya gak cuma sekedar kering, tapi kering yang bikin gatal. Jadi, memilih sabun pun harus hati-hati, mengingat aku pun sedikit malas mengoleskan pelembab di badan.


    Sampai Baba pernah bilang gini,"Yaudah, pakai batu kali aja kayak orang dulu. Tinggal digosok-gosok doang..."

    Hehehehe...

    Tapi sekilas memang pernah baca di sebuah forum online yg menyinggung masalah mandi tanpa sabun. Iya, mandinya cuma pakai air aja. Hmm, gimana rasanya tuh??

    Masuk akal juga ya, karena pembersih badan itu memang cenderung bikin kulit kering (apalagi yang kulitnya emang kering kaya eke). Kenapa:
    • Kalau pakai sabun biasa (sabun yg dalam pembuatannya pakai lye/soda), biasanya pH nya alkali, bisa di atas 7, sedangkan kulit kita pHnya 4-5. Nha, pH yang alkali ini lah yg membuat kulit jadi kering, karena acid mantle pelindung kulitnya terkikis
    • Kalau pakai sabun yang pembusanya pakai detergen (biasanya ada kandungan sodium laury/laureth sulfate), bisa bikin kering juga karena bahan tadi sifatnya iritan. Tapi, kalau kalian kulitnya gak bermasalah dengan bahan di atas, ya gak apa-apa.

    Setelah itu, aku baca-baca lagi mengenai ide tersebut. Ternyata banyak yang sukses dan ada juga yang gatot karena gak tahan sama bau badan atau kulit kasar dan kusam. Aku baca juga dari blog blogger luar yang bertahun-tahun mandi tanpa sabun dengan berbagai alasan, dari alasan kesehatan sampai lingkungan, dan mereka masih ngeksis aja tuh :p

    Oke fix, aku harus coba no-soap!! Tapi kalau sampoan sih tetep (i cant imagine my oily scalp skipping out on shampoo! Mau jadi apa rambutku??).

    Oiya, dan tanpa Batu Kali :D

    Water-Only Washing

    Water-only washing ini hanya saat mandi ya, karena kalau sehari-hari aku tetap sering mencuci tangan dengan sabun/cairan antiseptik mengingat aku breaktifitas di tempat rentan infeksi.

    Mandi tanpa sabun bisa kubilang ide yang bagus, karena bisa menahan acid mantle pelindung pH alami kulit kita yang sering tersapu oleh alkali sabun ataupun bahan iritan macam sulfat.

    Awalnya aku memang menikmati semua ini, sebelum aku ingat kalau aku memang punya bakat kulit berminyak, jadi gak semuanya kering. Jadinya, setelah sekian lama mandi tanpa sabun, pada beberapa area seboroik di badanku mulai berontak. Iya, akhirnya aku sukses berkomedo dan berjerawat di beberapa area tersebut terutama di punggung dan dada.

    Sekedar info, area seboroik/seborrheic adalah area di tubuh kita yang memilik banyak kelenjar minyak (glandula sebesea). Area tersebut meliputi kulit kepala, wajah, dada, pungung dan sela paha. Kalau yang kulit wajahnya berminyak, biasanya area seboroiknya juga memproduksi minyak berlebih.

    Kalau di luar area seboroik, kulit punya kelenjar minyak yang sedikit. Makanya gak pernah denger kan betis yang ditap-tap oil paper gara-gara banjir minyak? Atau tangan jerawatan? Kalau ada yang mikir bisul, itu beda lagi. Bisul mah folikulitis/furunkel, bukan acne, hehe.


    Kembali ke mandi cuma pake air.

    Kalau ada yang mikir sama seperti Baba, kok orang kita dulu kulitnya tetep bagus meski hanya mandi dengan batu gosok? Jawabannya: mungkin saja orang dulu yang kelenjar minyaknya sangat aktif juga jerawatan, bisa jadi malah lebih parah. Acne kan udah ada dari jaman nabi, bukan penyakit baru kaya flu babi.

    Kalau ada yang mikir, kenapa orang-orang ada yang survive menjalani no soap washing tanpa keluhan? Jawabannya, tipe kulitnya apa dulu? Kalau tipenya normal, jarang mandi aja gak akan ada masalah, paling jadi kusam. Kalau tipenya kulit kering, malah bagus lho mandi gak pake sabun. Area kulitku yang kering malah jadi bagus kalau gak sabunan.

    Gara-gara ini lah aku sampai mikir, yaudah, sabunin area yang gampang berminyak aja deh, yang lain enggak. Tapi dipikir-pikir gak lucu. Tanggung, malah tambah ribet, hehe.

    Oiya, beberapa orang mengeluhkan bau badan saat mencoba teknik mandi seperti ini, namun aku sendiri tidak mengalami hal serupa, biasa aja. Seberkeringat apapun badanku jarang mengelurkan aroma menyengat, makanya jarang juga pakai deo atau semacam bedak-bedakan. Yang bikin sebel hanya jerawat itu saja.

    Emang salahku juga sih karena cuma sekedar ngikut tips/tren, tapi gak menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Lagipula, kalau memang no soap ini bagus dan cocok untuk semua orang, arkeolog gak akan menemukan sabun purba yang usianya setua Piramida Giza.

    Maka, berakhirlah ritual mandi tanpa sabun, dan jerawat badan pun jauh berkurang. 

    SABUN HOMEMADE-NATURAL-ORGANIC-EVEN WITHOUT DANGEROUS CHEMICAL INGREDIENTS-BALABALA

    Aku udah coba aneka macam sabun. Jelas, sabun mandi jebolan Unilever, Kao, dll sudah lama kutinggalkan. Sabun-sabun yang agak mahal yang dijual di drugstore, belum pernah ada yang kucoba karena rata-rata masih menggunakan surfaktan atau pembusa yang murmer semacam SLS/SLES.

    Kalau ada yang pernah baca ceritaku tentang sabun mandi di blog lamaku, mungkin kalian ingat aku sejak lama pakai Pigeon baby wash, sabun cair tanpa sulfat yang gampang dibeli dimana-mana. Sejauh ini, itu yang paling cocok. Tapi, seiring berjalannya usia, pengen juga pakai sabun yang wanginya enak-enak, kemasannya lucu-lucu dan bukan sabun bayi.

    Intinya, aku masih butuh pembersih saat mandi, tapi pembersih seperti apa? Idealnya ya bebas SLS/SLES, gak terlampau alkali, ada pelembab ekstra dan mudah dicari (tapi plis lah jangan Pigeon lagi).

    Dan, aktifitas jajan berbagai merk sabun sempat dimulai lagi...

    Pertama, aku pilih merek yang klaimnya natural, blabla (seperti subjudul diatas). Biasanya sabun dengan cap natural dan semacamnya memang hadir tanpa surfaktan yang bersifat iritan untuk kulit. 

    Tapi, aku rasa sabun natural juga gak sepenuhnya bagus. Kenapa? Karena sabun natural itu sebenarnya sabun kovensional atau sabun biasa Sabun konvensional itu komposisi utamanya lemak dan cairan soda (lye), nah soda ini sifatnya alkali dan bisa bikin kulit kering. Jadi, kalau kita cocok-cocok aja sama sabun 'jaman sekarang' yg pembusanya pakai surfaktan/detergen, ya pakai aja.

    Awalnya aku takut-takut pakai sabun homemade. Tapi lagi-lagi kekuatan review dan testimoni sukses bikin aku berani untuk coba-coba. Yah seenggaknya gak mengandung SLES/SLS yang bikin kering PLUS menyumbat pori-pori.

    Merk sabun yang pertama kali aku gunakan adalah Green Mommy Shop (GMS). Jauh sebelum aku pakai sabunnya, aku memang suka beli minyak-minyakan semacam carier oil dan essential oil di GMS, soalnya relatif murah.

    Klaim produk ini hampir 100% natural plus organik, walaupun aku sendiri sebenarnya belum terlalu menaruh hati dengan produk organik yang dibuat homemade di Indonesia. Bukannya gak percaya, Tapi di sini, kosmetik organik belum memiliki semacam badan pengawas resmi yg memberikan sertifikat organik. Kalau pun mau sertifikasi, ya harus dari luar misalnya macam USDA organic atau EcoCert. Jadi, alangkah baiknya bila ada badan/lembaga yang mengawasi proses produksi, agar konsumen lebih merasa tenang.

    Balik ke GMS.

    Sabun GMS yang aku pakai adalah Cacao Soap (motifnya lucu, deh) dan Vege Soap. Awal mula dipakai langsung terasa kesat. Beberapa kali mandi pakai sabun Cacao ini, kulit malah tambah kering, kemudian dicoba di muka kulit malah ngelupas. Yang Vege pun mirip dengan sabun biasa, gak terlalu ngeringin kayak cacao tapi kulit tetap busik setelahnya.

    Aku memutuskan gak mau lagi nyoba sabun GMS lagi, lanjut beli minyak-minyaknya aja, hehe.Tapi, mungkin aku juga yang keliru milihnya, harusnya aku pilih Castile Soap yang ada olive oilnya. Atau bisa jadi karena ini sabun natural, yang kualitas setiap batch nya mungkin tidak selalu sama dengan batch sebelumnya.

    Btw, membuat sabun natural itu memang gampang, tapi cukup tricky meski pas pembuatannya udah pakai 'soap calculator' (google it). Kalau gagal bikin, bisa-bisa kulit kita seperti mandi sabun cuci.

    Dulu, aku pernah bikin sabun batangan sendiri. Tapi, karena kandungan fat/minyak yang aku tambahkan kurang dari yang seharusnya (karena takut gagal) maka ya sama saja... aku bak pakai sabun cuci piring. Keset! Tapi, kalau basa/soda yang kita tambahkan kurang, sabun cenderung lembek. Pernah bikin yg kedua kali, sukses juga akhirnya. Tapi mau bikin lagi males, hehe. 

    Sempet skeptis kan sama sabun-sabun natural gitu. Tapi lagi-lagi gak kapokan. Akhirnya nyari-nyari lagi rekomendasi sabun natural yg bagus. 

    Merek selanjutnya yg kupakai yaitu The Bath Box (TBB). Merk ini mengusung produk natural dan organic juga, tapi TBB punya kemasan yang lebih caem dari GMS (kesannya lebih meyakinkan, haha).

    Pertama yang aku beli Milk Tea. Walau sabun batang, ini gak ngeringin, tapi pas awal bilas emang agak sedikit kesat. Setidaknya, pengalaman pakai TBB jauh lebih baik dari sabun batangannya GMS. Aku pakai ini sampai habis.

    Sabun TBB Milk tea, selain preservatives free, dia mengandung susu kambing organik. (Btw, setahuku, hampir semua kambing itu organic ya gak sih? Kan makannya cuma dedaunan liar, gak dikasih suntik ini itu dan bukan hewan yang biasa dimodifikasi genetik/GMO? Beda sama sapi. Thats why, daging kurban jarang ada yang gemuk.)

    Nah, susu kambing inilah yang membuat sabun ini lebih ramah untuk kulit meski dalam pembuatan sabun tetep pakai NaOH sebagai basa/soda. Kenapa? Konon, pH dari susu kambing itu relatif asam, mendekati pH alami kulit manusia, jadinya sabun tadi bisa dibilang pH nya balance.

    Yah, someday, pengen nyoba sabun cairnya yang Goats Dont Lie, yang jadi best sellernya TBB itu. Mbeeekk... :3

    FYI, sebenarnya produk cair yang gak pakai pengawet itu sungguh-sungguh riskan dengan kontaminasi. Nah, kalau pun ada produk cair yang non preservatif yang relatif lebih tahan lama, ya paling sabun cair atau shampo. Tapii... konsekuensinya sabun atau shampo tersebut harus punya kadar alkali yang relatif tinggi agar mikroorganisme ogah tumbuh, tapi kalau terlalu alkali ya kulit cepet kering. 

    Makanya, buat produk-produk homemade yang tanpa pengawet macam ini, aku jarang beli yg ingredientsnya mencantumkan 'air'.

    Kalau mau pilih produk homemade-natural/organic-no preservatives, aku sarankan beli yang anhydrous, yaitu yang gak ada kandungan airnya. Kenapa? Karena tanpa air = tidak ada kehidupan. Termasuk jasad renik.

    Yg anhydrous tuh contohnya apa? Misalnya, aneka minyak,  lip balm, body balm, masker bubuk, scrub bubuk dan sabun batangan (karena kandungan airnya menguap. Ya, kecuali kalau udah kena air, cepat habiskan). Untuk body butter rata-rata anhydrous, kecuali merek Utama Spice (natural cosmetics yang aku suka dari dulu).

    Kembali lagi ke sabun natural dkk.

    Seneng deh nyoba-nyoba sabun gini, Tapi, yang bikin segan, aku harus beli secara online. Lebih suka lihat, beli dan langsung pakai. 

    Akhirnya, aku coba-coba Original Source yg lebih mudah didapat. Yang natural memang hanya fragrancenya aja, dan dia masih pakai SLES sebagai pembusa. Akhirnya, nyoba yang botolan kecil dulu, takut gak cocok. Eh bener deh, kulit kering habis pakai Original Source dan terlalu lengket selepas dibilas, padahal merek ini merupakan produk animal cruelty free dan vegan friendly, ditambah wangi pepermint nya jos banget.

    Sempet lihat merk Oleum yang non SLES/SLS plus dikasih aneka minyak-minyakan, tapi mengandung collagen. Semenjak addict sama halal cosmetics, jadinya agak hati-hati sama kandungan syubhat.

    Masih agak takut coba sabun-sabun homemade merk lain. Tapi, aku mungkin bakal nyobain TBB yg Goats Dont Lie aja deh, apalagi itu sabun cair, kayaknya bakal cocok. Padahal, kita lagi kebanjiran homemade soapmaker lokal, lho. Misalnya Sensatia, Skin junkie, Bali Alus dll yang bikin laper mata mau coba-coba.

    Okelah segitu saja.

    Akhirnya, sekarang balik lagi ke Pigeon, kadang-kadang nerapin no-soap juga, terutama saat mandi pagi (kan kalau pagi-pagi badan masih bersih).

    UPDATE: Akhirnya sekarang pakai Moayu Bath Gel (Halal certified + non SLS/SLES :) :) )

    Hand & Nail Care | Obrolan dan Review 8 Hand Cream Yang Pernah Kucoba

    Assalamualaikum, Hai Semuanya! ^^ Kalau dalam Islam, wanita adalah keindahan yang terbentang dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, saat memasuki masa aqil baligh, hanya ada dua perhiasan saja yang boleh terlihat oleh non-mahram, yaitu wajah dan tangan (yang meliputi punggung dan telapaknya). Kalau begitu, sudah sepantasnya keindahan tangan harus dirawat seperti halnya kulit wajah.

    Tapi sayangnya, kita seringnya lebih terfokus merawat area kulit yang lain. Jadi, tidak heran kalau kulit tangan sering terlihat kurang terawat dibandingkan wajah dan anggota tubuh lainnya.
    Review Hand Cream

    Review e.l.f Cosmetics Baked Blush (Peachy Cheeky)

    e.l.f CosmeticsAssalamualaikum, Hari ini aku mau review salah satu produk kosmetik vegan yang super murah meriah. Tahu eye.lips.face Cosmetics kan? Brand yang lebih dikenal dengan nama e.l.f, merupakan brand kosmetik Amrik strata low end dengan kualitas yang lumayan.

    Range harganya 1-6 USD per satuan, kalau yang berbentuk set, macem-macem harganya. Yang bikin aku suka, e.l.f merupakan salah satu kosmetik yang ramah hewan, dan seluruh produknya bebas unsur hewani.
    e.l.f Cosmetics


    Blusher ini merupakan salah satu wishlist-ku. Awal pertama coba, aku cukup kecewa, karena warnanya gak keluar, yang stand-out cuma shimmernya aja. Padahal dari review di beberapa blog, warna blush ini cukup pigmented. Saking sheer warnanya, akhirnya baked blush ini sempat kupakai sebagai highlight saja. Dan sempet gak mood juga untuk bikin tulisan tentang baked blush ini. 

    Nah, kemarin aku coba colek dia lagi sebagai highlight, tapi tiba-tiba aku mikir, kok peach amat warnanya, biasanya gak begini (cuma shimmernya aja yg nongol). Ternyata, semakin blush ini dicolek/diusap/disweep (?), warnanya emang makin terlihat. Setelah aku coba di pipi, yey, akhirnya bisa juga dipakai blush-on! ^^

    KEMASAN
    Apa ada yang bilang kemasan blush ini bagus? Menurut aku jelek dan terkesan murahan (ya memang murah sih, hehe). Karena memang murah, yasudah berarti gak usah protes. Dimaklumi, ya.

    SHADE
    Aku pilih warna peachy cheeky, karena warnanya mirip sama blush-on kesukaanku. Bedanya, blusher yang aku suka itu minus shimmer, jadi glowing face nya emang gak dapet.  Kalau baked blush ini ada banget shimmernya.

    Btw, salah satu keunikan baked blush ada pada 'marble pattern'-nya. Itu lho, pola guratan yang mirip urat-urat, hehe. Yang beruntung akan mendapatkan pola yang bagus dan kompleks. Sayangnya, pola yang aku punya kurang bagus menurutku.

    Gambar di atas merupakan swatch dari baked blush ini. Page teratas saat dioles, page yg bawah setelah diblend. Di kulitku yang kuning langsat, blush ini berwarna peach dengan sedikit sentuhan warna pink, plus gold-shimmer yang sangat halus.

    Karena shimmernya halus banget, baked blush ini gak membuat pori-pori besarku semakin terlihat. Jadi bisa dipakai siang hari, tapi tentunya dengan aplikasi yang tipis menggunakan flat top brush (Anw, untuk blusher, kalau aku lebih suka pakai flat top brush yg lebar dari pada kuas blush on khusus).

    TEKSTUR
    Tekstur blush ini keras tidak membubuk, jadi tidak akan ada debu blush berterbangan dalam aplikasinya. Untuk staying power, jujur aja aku gak pernah perhatian sama ketahanan blusher yang ku pakai. Kalau lagi pergi dan ada kesempatan ke restroom, ya otomatis aku touch-up. 

    PIGMENTASI
    Untuk pigmentasinya lumayan, seperti yang udah ku ceritakan tadi. Awalnya memang sama sekali gak pigmented. Sekarang, cukup 3 sweep warnanya udah bagus.

    FEATURE & INGREDIENTS

    Gambar di atas adalah beberapa fitur yang ditawarkan produk ini. Yah, sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan adanya Jojoba, Rose, Sunflower, dll. Tapi blush ini memang bisa menghasilkan kesan healthy glowy pada wajah. Dan karena shimmernya yg halus, jadinya gak keliatan bling-bling banget. Yah, pokoknya aku suka deh :D

    SWATCH ON MY FACE

    Nah, ini penampakan langsung di wajahku. Aku aplikasikan di kedua apple cheek dan nose bridge-ku dengan menggunakan top flat brush.  Aku suka banget hasil glowynya (plus suka harganya yang murah ^^).

    Dan yang penting shimmernya gak terlalu membuat pori-pori besarku semakin jelas. Untuk mereka yang berpori-pori besar (apalagi lagi komedo, bruntus dll), produk makeup bershimmer akan memperjelas kekurangan tersebut. So, berhati-hati saja, ya.
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/elf-cosmetics-baked-blush-peachy-cheeky.html

    Oiya, untuk Score, aku kasih 3.5/5

    APAKAH PRODUK INI HALAL?
    Kalau bersertifikasi halal, tentunya tidak. Tapi semua produk e.l.f Cosmetics adalah Vegan product yang pastinya tidak ada unsur hewan yang dilibatkan dalam produksinya. Jadi, elf Cosmetics bisa menjadi pilihan alternatif kosmetik yang sudah berlabel halal.
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/elf-cosmetics-baked-blush-peachy-cheeky.html
    Wassalam, Love, Momzhak.

    Hair Care | Sharing Perawatan Rambut Rutin (Plus Short Reviews)

    Assalamualaikum Qonitas. Tadinya, aku mau kasih judul ' Perawatan Rambut Berhijab '. Tapi, dipikir-pikir enaknya sharing haircare routine ku aja kali ya? Lagian, perawatan rambut yang berhijab sama yang enggak, rata-rata sama aja, kok. Kalau dibilang lebih ribed-enggaknya, itu relatif menurutku. Plus beberapa short review, ya..

    Dan, sebelum masuk ke Sharing Perawatan Rambut Rutin tentang hair care-ku dan yang lainnya, aku mau cerita seputar karakter rambut ku dan masalah rambut yang paling sering aku alami. Kali aja, ada blogwalkers  yg senasib sepenanggungan, hehe.

    Beauty Hauls | August 2013 (Plus mini-review)

    Assalamualaikum, Hari ini aku mau posting haul lagi. Awalnya aku memutuskan untuk gak akan posting tentang buruan biuti ku tiap bulan, karena menurut aku posting haul gitu gak seru, haha.

    Tapi, jadi inget kata seorang teman blogger, kalau pos tentang haul itu bermanfaat saat kepala kita sedang buntu ngeblog. Akhirnya, dengan motif(?) untuk memperbanyak pos yang sedikit di bulan ini, aku pamerin aja deh hasil haul bulan Agustus.

    SKIN CARE

    1. THE BODY SHOP TEA TREE OIL
      Dulu aku nyoba ini pertama kali gak cocok, lho. Jerawatku tambah meradang, dan tambah banyak. Begitu pula produk Tea Tree Oil keluaran Oriflame, sama aja. Eh, pas aku iseng beli lagi, aku mikir kali aja  jadi cocok (ngaco). Eh ternyata, bener... jerawat jadi cepet kering pas pakai yang sekarang. Tapi sejauh ini baru nyoba di jerawat yang pitik-pitik aja sih. Gak tahu deh kalau di jerawat cystic.
    2. THE BODY SHOP TEA TREE TONER
      Dari awal aku gak ada ketertarikan sama toner Tea Tree TBS. Alkoholnya strong banget. Alkohol denat ada di urutan kedua setelah water di daftar komposisinya. Tapi, aku pikir gak ada salahnya beli buat dipake di jerawatnya aja (gak semuka), apalagi untuk jerawat yang baru erupsi, kan rawan kuman tuh. Atau dipakai setelah ekstraksi komedo, agar mencegah jerawat juga. Lumayan. Bikin reviewnya gak, ya?
    3. NEXCARE ACNE COVER (Ladies)
      Di postingan haul bulan kemarin, aku beli yang seri Fun Pack, kan? Nah, karena puas sama hasilnya, sekarang coba yang seri Ladies (harganya sedikit di atas Fun Pack). Tapi, ulalaaa.... isinya kok setengah dari yang Fun Pack? Trus, daya rekatnya kayaknya kurang *perasaansih. Kecewa, dong. Lain kali beli yang Fun Pack aja deh.
    4. SHIKADA FACIAL CLEANSING WIPES
    5. BIORE OIL CLEANSING WIPES
      Tadinya beli dua, udah dibuka satu
    6. SARIAYU SOLUSI EYE CREAM
      Tadinya, pake Biocell Eyegel, cuma gak rutin pake dan berasa berat di mata. Lagian saat itu aku mikir, ngapain juga pake toh belum ada kerutan, darkcircle pun bisa sembuh kalau tidur teratur. Tapi setelah dengar cerita teman-teman seumurku yang udah mulai timbul finelines di mata dan bibir, aku jadi berpikir untuk ambil tindakan preventif, hehe. Akhirnya coba merek Sariayu ini, secara tekstur emang lebih ku suka. Review menyusul :D
    MAKE UP
    1. SARIAYU SHIMMERING POWDER
      Telat emang, aku baru nyoba shimmering powder Sariayu yg ini. Untuk highliter, sebenarnya udah punya yang andalan (NYX MOSAIC BLUSH #highliter), cuma pengen aja punya soalnya emboss bunganya lucu, hehe. Untuk pemakaian, aku paling suka dibaur kesemua warnanya, hasilnya wajahku jadi terlihat tan alami. Toneku memang jadi terlihat sedikit lebih gelap, tapi bukan gelap yang kucel, tapi seger bak sun kissed face yang eksotik, hahay. Pantes bule-bule demen jadi coklat :p
    2. SARIAYU LIPSTICK REOG 03
      Di Female Daily, ini lipstick rame amat diomongin di trit Sariayu, sampe penasaran. Nah, pas ke Martha Tilaar Shop, sambil beli-beli item MT yang lain, aku comot aja langsung tanpa dicoba dulu. Pas dipakai di rumah kecewa. Warnanya ngebosenin, aku udah sering pakai warna yang ini. Aku lebih rekomendasikan GEULIS 01 atau GEULIS 02 (dari Seri Parisj Van Java)
    3. SARIAYU AUTOMATIC EYEBROW PENCIL #Natural Black
      Di haul bulan lalu, aku beli ini satu, dan suka banget!! Nah, kebetulan pensil alis yang baru itu hilang gak tahu kemana, akhirnya pas ke MT Shop langsung aja deh beli 2 biji lagi.
    4. SARIAYU AUTOMATIC EYEBROW PENCIL #Brown
      Warnanya cokelatnya, aku kurang suka. Mungkin untuk yang kulitnya sawo matang, ini lebih masuk warnanya. Coklatnya sedikit kemerahan saat dipakai di alisku. Balik lagi deh ke Eyebrow Pencil Wardah cokelatku, cokelatnya bagus.
    5. ZA TRUE WHITE LIQUID FOUNDATION #OC00 dan #OC10
      Ada yang nanya, kosmetik aku udah halal/animal free semua atau belum. Aku jawab belum, gak langsung bisa lepas semua, sedikit demi sedikit aja. Masih ada beberapa merek yang belum bisa aku lepas. Salah satunya foundation dari Za ini. Aku udah lama banget pake ini, foundie drugstore yang affordable dan berkulitas bagus. Teksturnya ringan sekali seperti BB cream, tapi coveragenya medium dan banyak kelebihan lainnya. Aku pakai 2 shade, OC10 yang paling medekati warna kulitku, dan OC00 untuk highliting.
    6. MAKE OVER PERFECT COVER TWC #02
      Kemasannya emang lebih menarik dari beberapa TWC lokal yang kupakai, mudah2an cocok.
    7. KINEPIN PENCIL SHARPENER
      Repurchase serutanku yang hilang (<< paling hobi ngilangin printilan: rautan, pinset, jarum pentul, bros, dll)

    SOFTLENS, etc.
    1. ROHTO C CUBE
      Repurchase, emang biasa pakai yang ini.
    2. NEWLOOK PLAYFUL #BROW & NEWLOOK CHARM #BROWN
      Beberapa waktu lalu, Optik Melawai lagi diskon softlens Newlook, beli 2 gratis 2. Playfull yang #grey udah kupakai sekarang, tinggal sisa 3. Seri Playful itu sejenis color softlens biasa (satu warna), aku suka warna brown dan grey. Kalau seri Charm, sejenis circle lens. Aku emang kurang suka pakai circle lens, tapi seri Wonder menurutku paling nyaman dipakai diatanara seri Newlook lainnya.
    3. AQUASOFT
    FREEBIES DARI MUSTIKA RATU

    Yang diatas adalah macam-macam freebie dari Mustika Ratu. Baik banget yah, aku gak dateng ke acaranya, tapi tetep dikasih goodiebag nya. Thanks ya, MR... ^^
    1. SLEEPWELL TEA
    2. DAUN SIRIH PASTA GIGI
    3. DAUN SIRIH MAOUTHWASH
    4. RATU MAS BODY LOTION
    5. BIOCELL MASSAGE GEL
    6. BIOCELL CLEANSING GEL
    7. KOPI BODY BUTTER
    8. KOPI BODY SCRUB
    9. OLIVE BODY SCRUB
    *****

    Ada yang kelupaan, haul bodycare + haircare, haha. Yasudahlah, udah terlanjur. Hehe. Setelah ini perbanyak review aja kali, ya. Love, Momzhak

    Wassalam

    Beauty Hauls | Juli 2013 (dan beberapa review singkat)

    Assalamualaikum, Qonitas. Hari ini, aku mau pamer haul. Sebenarnya aku kepengen deh tiap bulan tuh ada postingan pamer beauty haul, tapi takutnya ngebosenin, soalnya tiap bulanya aku lebih sering repurchase karena habis dibandingkan beli barang-barang baru yang belum pernah kupakai sebelumnya.

    Jadi hampir dipastikan yang dibeli lebih sering yang itu-itu aja, hihi. Tapi, aku akan tetap mencoba memberikan postingan tentang beauty haul. Dan inilah haulku bulan ini:

    SKINCARE 




    1. WARDAH PORE TIGHTENING TONER. My HG Toner, non alcohol. Pernah ku review di sini. Entahlah sudah berapa kali habis. Dan selalu stok, soalnya sebulan bisa 2-3 botol, hehhe. Yang nyebelin, kenapa harus dikardusin + diwrap plastik sih? Nyampah.
    2. AIR SARI MAWAR PUTIH MUSTIKA RATU. Toner kesukaan ku juga. Toner ini ringan banget dan gak mengiritasi kulit. Awalnya dipakai buat campuran masker, tapi dipake buat toneran juga enyak. Repurchase yg kesekian kali.
    3. MUSTIKA PUTRI FACIAL PEELING SOAP. Facial scrub dari jaman SMA, waktu itu kemasannya masih warna pink. Gak usah ditanya udah habis brapa kali, hehe.
    4. NEXCARE ACNE COVER. Kalau ini baru pertama kali nyoba. I know, ini pasti gak bakalan ngefek buat acne yg geday-gedey. Paling cuma bisa buat acne pustular. Mudah-mudahan ngefek.

    Nah, paling itu aja skincare aku butuhkan bulan ini, selebihnya seperti facial wash, moisturizer, dll belum habis atau masih ada stoknya di rumah. Btw, untuk skincare, aku memang sudah banyak ketemu jodohnya, alias udah banyak yg cocok. Jadi, kalau beli skincare pasti itu-itu mulu. Dan aku sedikit malas buat bertualang lagi coba-coba yang baru, hehe. Soalnya udah sering banget selingkuh ke produk lain, dan ujung-ujungnya pasti balik lagi ke yang lama. Dan yang sudah ku purchase lebih dari 5 kali, itu pasti udah jodoh. ^^

    BODY CARE


    1. MUSTIKA RATU OLIVE ZAITUN BODY BUTTER. Ini baru pertama kali nyoba, sebelumnya aroma lain. Setelah produk Mustika Ratu mendapatkan label halal, jadi semakin pengen buat coba-coba yang lain lagi.
    2. MUSTIKA RATU JASMINE MELATI BODY BUTTER. Ini rekor body butter yang pernah ku habiskan, 4 kali habis!! Aku betul-betul pecinta aroma melati, dan aroma melati body butter Mustika Ratu ini, mendekati wangi asli jasmine yang sesungguhnya! Aku suka banget sama aroma-aroma bunga nusantara seperti melati dan sedap malam. Sayang, wanginya yang cantik ini, sering dikaitkan dengan aroma mistis, haha.
    3. ADIDAS WOMEN DEODORANT. Cuma merek Adidas, deo yang akur sama keti ku. Yang lain-lain kaya Rex***, Do**, malah bikin item. Cuma Adidas yang gak bikin item. Biasanya aku beli yang hijau dan pink, sekarang mau coba yang warna salem ini. MY HG ROLL ON DEO!! *rock
    4. ANTI BACTERIAL PUROL. Ya Allah, aku gak bisa lepas dari Purol pink ini!! Ini bermanfaat banget buat mencegah jerawat di punggung! Dulu, aku pernah menderita jerawat di punggung, gak banyak, tapi cukup bikin jengah. Ngeri berbekas. Aku udah coba pakai obat jerawat ini itu, gak sembuh. Dan cuma sembuh dengan Purol Pink ini. Sampai sekarang aku gak pernah jrewi di punggung lagi. Dan selalu ku pakai setelah mandi pagi. Arigatou, PUROL!! *sungkem

    Btw, aku sebenarnya heran, kenapa body butter yang lebih sering habis dibandingkan body lotion. Padahal body butter itu cuma kupakai sebelum tidur. Dunno, lah.

    HAIR CARE & MAKEUP

    1. THE BODY SHOP GRAPESEED HAIR GLOSSING SERUM. Aku termasuk yang masih mencari-cari hair serum yang cocok. Dan baru hair serum dari TBS ini yang pernah aku habiskan. Ini purchase yang kedua kali. So far, cuma ini hair serum yang bener-bener works di rambutku. Calon jodoh kayaknya :)
    2. CARING COLOURS STAY TRUE FOUNDATION (Shade 02). Sebelumnya aku pernah coba shade no.3, tapi  gelap di kulitku. Dan di postingan beauty wishlist, aku pernah memasukan Caring Foundie Stay True (01). Tapi, setelah mencoba no.1 langsung milik adikku, ternyata pinkish banget jatohnya dan terlalu terang. Akhirnya beli yang no.2, tapi masih sedikit gelap. Hadeh, serba salah T_T Tapi aku udah terlanjur suka sama alas bedak Stay True punya Caring ini. Kekurangnnya cuma di pilihan shadenya yg terbatas. Andai ada warna buat kuning langsat.
    3. SARIAYU PENCIL ALIS (Auto Eyebrow Pencil). Aku gak typo, lho... tulisannya emang penCil alis, hehe. Aku emang penasaran sama auto-eyebrow pencil Sariayu ini. Salah satu produk lokal yang banyak di-rave. Ini made in Korea. Sehingga mengingatkan aku pada Lioele Auto Eyebrow Pencil dan Etude House Drawing Eyebrow.

    BEAUTY TOOLS



    1. KINEPIN SISIR JARANG/GERIGI. Aku paling sering ngilangin sisir gerigi, dunno why =_=. Sisir gerigi aku butuhkan untuk menyisir rambut yang masih basah.
    2. BASICARE JEPIT RAMBUT. Ini juga sering hilang *jedukinpala
    3. BASICARE FOUNDATION SPONGE
    4. TAMMIA FACIAL SPONGE.
    Yup, itu aja. Satu pertanyaan, sebenarnya sepenting apa postingan haul di suatu blog? Bermanfaat apa biasa-biasa saja? Kalau lebih banyak manfaatnya, mungkin aku akan rutin bikin postingan haul ke depannya. Berikan pendapat kalian, ya. Yang jujur, woke!:D

    Wassalam. Love, Momzhak

    Make Up | Animal Free Liptint (The Body Shop Lip and Cheek Stain Review)

    Assalamualaikum, Qonitas!! ^^

    Udah lama juga yah aku gak review lip product? Soalnya, akhir-akhir ini emang rada males bikin swatch di bibir, berhubung area daguku masih penuh sama totol-totol bekas jerawat (dan jerawatnya juga, haha) T__T. Sekarang alhamdulillah udah mendingan, jerawat di dagu udah pada kering dan tutul-tutulnya udah berangsur pudar, jadi aku udah mulai mood lagi buat bikin review ^^. Nah, review kali ini mengulas liptint yang sedang aku pakai baru-baru ini, lho...:D

    Make Up | e.l.f Mechanical Eyelash Curler, Gak Akan PIndah ke Lain Hati (Update)

    Assalamualaikum, Qonitas!! ^^


    Cara mendapatkan bibir sehat (dan beberapa review singkat ^^)

    Assalamualaikum :D
    Sori banget sebelumnya, kalau merasa terganggu dengan my lips atau jadi ngerasa layar gadget kalian penampakannya jadi bibir semua. Haha. Ya, It's my bare lips. No editing at all (kecuali tulisan ini itu), it's really my healthy lips! Meski bentuk bibirku GAK BISA dibilang kayak bibir boneka yg imut-imut  itu, tapi cukup aku syukuri karena bibir ini sehat dan gak gampang kena masalah entah itu kering dll. Tapi kalau dibiarin, gak dirawat, dicuekin, semau gue, ya jadinya sakit juga, sih. So, kalau gitu bagaimana sih cara memperlakukan si kulit bibir? Ada caranya tersendiri, lho Mau tahu?  Kalau gitu, silakan lanjut dibaca, dibawah ini ada informasi menarik seputar perbibiran. ^^

    Make Up | Mengenal Macam Bulu Kuas Make Up (Bulu Sintetik VS Bulu Hewan)

    Assalamualaikum! ^^

    Untuk kalian yang concern dengan kosmetik halal, ada hal lain yang harus diperhatikan kehalalannya selain  make-up dan skincare yang dioleskan di kulit, yaitu kuas make-up atau make-up BRUSHES!

    Mengapa?

    Karena sangat amat banyak brush yang dijual di luar sana masih menggunakan bulu binatang! Bulu binatang yang digunakan bisa berasal dari tupai, marmut, kambing, kuda, babi dll. Dan bulu binatang masih sangat disukai sebagai brush bristle karena harga yang relatif murah dan memberikan hasil make-up yang sempurna. Meskipun, bulu sintetik sekarang banyak yang berkualitas sangat baik.
     
    Sebagai pengetahuan, ada 2 jenis bristle yang digunakan pada brush. Oiya, bristle adalah istilah 'bulu' untuk kuas

    Mengenali Kosmetik Halal dan Alternatifnya (Updated)

    Mengenali Kosmetik Halal - Assalamualaikum Qonitas, Berhias sepertinya sudah menjadi dorongan naluriah setiap wanita. Berbagai macam kosmetik digunakan setiap hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun. Nah, sedemikian dekatnya wanita (dalam hal ini Muslimah) terhadap kosmetik, diutamakan untuk menggunakan yang sudah jelas kehalalannya.

    Kosmetik yang memiliki kehalalan yang jelas, tentu memiliki sertifikat resmi dari lembaga Fatwa. Di Indonesia, lembaga yang berhak memberikan sertifikat dan label halal pada produk kosmetik adalah LPPOM MUI.

    Untuk mengetahui adanya jaminan halal resmi di suatu kosmetik, bisa kita lihat logo halal MUI  melalui kemasan di tiap produknya. Seperti nilah logo halal yang dimaksud:


    KOSEMETIK HALAL MENURUT FATWA MUI (Dalam sidang komisi fatwa 13 Juli 2013)

    Ketentuan Hukum

    1.Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat:

    a. bahan yang digunakan adalah halal dan suci;
    b. ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar'i; dan
    c. tidak membahayakan.

    2. Penggunaan kosmetika dalam (untuk dikonsumsi/masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram hukumnya haram.

    3. Penggunaan kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi dibolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathhir syar’i).

    4.Penggunaan kosmetika yang semata-mata berfungsi tahsiniyyat, tidak ada rukhshah (keringanan) untuk memanfaatkan kosmetika yang haram.

    5. Penggunaan kosmetika yang berfungsi sebagai obat memiliki ketentuan hukum sebagai obat, yang mengacu pada fatwa terkait penggunaan obat-obatan.

    6. Produk kosmetika yang mengandung bahan yang dibuat dengan menggunakan mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia hukumnya haram.

    7. Produk kosmetika yang menggunakan bahan (bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan) dari turunan hewan halal (berupa lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya hukumnya makruh tahrim, sehingga harus dihindari.

    8. Produk kosmetika yang menggunakan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya apakah dari babi, harus dihindari sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

    Rekomendasi

    1. Masyarakat dihimbau untuk memilih kosmetika yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk kosmetika yang haram dan najis, makruh tahrim dan yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.

    2. Pemerintah mengatur dan menjamin ketersediaan kosmetika halal dan suci dengan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.

    3. Pelaku usaha diminta untuk memastikan kesucian dan kehalalal kosmetika yang diperjualbelikan kepada umat Islam.

    4. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan haram dan najis, baik untuk kosmetika dalam maupun luar.

    5. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan dan kesuciannya, sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

    UNSUR YANG NAJIS & BAHAN MERAGUKAN DALAM KOSMETIK
    Menurut Fatwa MUI di atas, berhias hukumnya boleh, namun harus dengan kosmetik yang berasal dari bahan yang halal. Adapun unsur yang tidak boleh ada di dalam kosmetik, seperti:
    • Unsur Babi dan Anjing
    • Unsur hewan buas
    • Unsur tubuh manusia
    • Darah 
    • Bangkai
    • Hewan halal (misal: sapi) yang tidak syar'i cara penyembelihannya.
    • Khamar 
    Dan, dalam jagad industri kosmetik, banyak bahan-bahan syubhat yang harus diwaspadai titik kritis keharamannya., yaitu
    1. Plasenta
    2. Gliserin
    3. Kolagen
    4. Lactic Acid
    5. Plasenta
    6. hormon
    7. vitamin
    8. aneka pewarna, pewangi, dll
      (sumber: http://pusathalal.com/artikel-referensi/artikel-seputar-halal/item/404-cantik-dan-sehat-dengan-kosmetika-halal)
    Mengapa bahan-bahan di atas masuk kategori meragukan? Karena bahan-bahan tersebut bisa bersumber dari bahan yang halal atau yang haram. Halal dan haramnya pun bisa ditentukan dari cara produksinya, dan media perantara pembuatan bahan-bahan tersebut.

    Nah, kemudian, bagaimana dengan alkohol/ethanol?

    Menurut fatwa dari MUI, alkohol boleh ada di dalam kosmetik, selama alkohol tersebut tidak berasal dari industri minuman keras (khamar). Ditambah, alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan penggunanya, sehingga MUI membatasi persentase penggunaan alkohol/ethanol dalam kosmetik.

    ALTERNATIF KOSMETIK HALAL
    Seperti yang sudah dijelaskan, kosmetik yang insya Allah 100% halal adalah yang sudah mendapatkan sertifikat dan label halal dari MUI. Jadi, tetap prioritaskan kosmetik yang memang sudah punya label halal, ya!

    Nah, adakalanya kita pun ingin membeli atau mencoba produk-produk yang ada di pasaran, namun ragu dengan kandungannnya. Atau kita ada di tempat dimana tidak ada lembaga yang memantau kehalalan produk yang dijual.

    Ada beberapa cara tips, mencari ALTERNATIF kosmetik yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, antara lain:
    1. Pertama, pilihlah kosmetik dengan label 'Animal Cruelty Free' (ACF) cosmetics.
    ACF cosmetics adalah kosmetik yang tidak melakukan kekerasan terhadap binatang yang meliputi, uji coba keamanan kosmetik, bahan dan proses pembuatannya. Intinya, kosmetik yang bebas eksploitasi terhadap hewan apapun maksud dan tujuannya. Namun, menurut pengamatanku, kosmetik yang 'free cruel', biasanya terbagi menjadi 3:


    1. Vegan Cosmetics
    Vegan Cosmetics adalah kosmetik yang zero percent animal constituent, baik dalam bahan maupun proses pembuatannya. Cocok untuk mereka yang memiliki gaya hidup veganisme. Kosmetik jenis ini tentu 100% bebas kekerasan terhadap binatang dan tidak menggunakan unsur hewani dalam komposisi produknya. Menurut bahan yang digunakan, insya Allah bebas perbabian dan unsur hewani haram lainnya. Biasanya, kosmetik vegan, memiliki label seperti ini:
    Ada beberapa merek yang memiliki kosmetik vegan dalam varian produknya, seperti:  LUSH, The Balm, ELF cosmetics (100% vegan), Sleek, Urban Decay, NYX, Wet n Wild, dll. Untuk lebih jelas, produk apa saja yang berlabel vegan, bisa dilihat searching via google atau kunjungi web masing-masing.
    2. Vegetarian Cosmetics
    Ini tidak jauh beda dengan vegan cosmetics, namun memiliki kandungan yang masih berhubungan dengan hewan, yang tentunya tidak diperbolehkan dalam vegan sejati, namun masih bisa dipergunakan oleh mereka sang Vegetarian yang secara aturan memang lebih longgar, antara lain: susu, madu, beeswax, lanolin (dari wool domba), pewarna serangga carmine, bulu-bulu binatang yang diambil tanpa membunuh/menyakiti. Namun insya Allah, bebas unsur hewani yang diambil dengan cara/membunuh/menyakiti/dipergunakan tubuh dan dagingnya/

    Contoh kosmetik vegetarian adalah: The Body Shop, LUSH, Urban Decay, Paula's Choice.
    3. 'Others'
    Kalau ini cruelty free nya hanya sebatas bebas uji coba binatang, tapi tidak jelas apakah dalam produknya menggunakan unsur hewani atau tidak. Untuk yang meragukan seperti ini lebih baik dijauhi, meskipun ada label 'cruelty free' sekalipun. Contohnya: Bath and Body Works, Malibu, Too Faced, EOS,

    Untuk lebih jelas mengenai cosmetic yg 'Animal Cruelty Free'  versi PETA, bisa kunjungi:
      http://www.peta.org/living/beauty-and-personal-care/companies/default.aspx  

    2. Tips kedua, pilih kosmetik yang memiliki logo 'Leaping Bunny'.
    Leaping Bunny juga memberikan sertifikasi 'cruelty free' kepada produk-produk yang bebas kekerasan terhadap binatang. Konon, regulasinya lebih ketat dibandingkan aturan 'cruelty free' versi PETA. Berbeda dengan PETA, kosmetik yang memiliki logo Leaping Bunny terbatas pada kosmetik yang vegan dan vegetarian. Untuk 'cruelty free' yang meragukan, saya rasa tidak ada. 


    Beberapa contoh kosmetik yang terdaftar di Leaping Bunny:  Everyday Mineral, Paula's Choice, The Body Shop, Urban Decay, Burt's Bees, dll. 

    Untuk informasi lebih jelas, bisa kunjungi leapingbunny.org

    3. Tips ketiga, bila tidak terdaftar dalam cruelfty free cosmetics versi PETA maupun LEAPING BUNNY, biasakan untuk memastikan di web produk bersangkutan, apakah mereka memiliki klaim bahwa produknya bebas hewan atau tidak.
    Beberapa contoh produk: Hada Labo (animal free & alcohol free juga), L'occitane (vegetarian), Sebamed (sebagian vegetarian), Oriflame (sebagian vegan)


    4. Tips terakhir, bila sudah berniat membeli kosmetik vegan atau vegetarian, perhatikan ingredient kosmetik, apakah terdapat alkohol di dalamnya.
    Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi, alkohol boleh digunakan asalkan bukan berasal dari industri khamr (beverage industry), dan tidak merugikan penggunanya. Ada beberapa tips:

    • Kalau tertulils 'alcohol denat', alcohol SD, denaturated alcohol, ini halal digunakan. Karena alkohol jenis itu, bukan alkohol yang bisa dikonsumsi untuk tujuan mabuk-mabukan. Dan memang digunakan khusus pemakaian luar.
    • Lihat persentase alkohol. Kalau terlalu tinggi, hindari karena bisa menimbulkan iritasi pada sebagian orang. Kalau tidak tertulis persentasenya, lihat urutannya dalam ingredient list, semakin ada di posisi awal, berarti semakin tinggi jumlahnya diantara komposisi lainnya. Gunakan alcohol yang berkadar rendah
    • Untuk alkohol lain, seperti butyl alcohol, cetyl alcohol, dll (kecuali ethyl-alcohol). Itu bukan alkohol sejati, dan halal digunakan. Yang harus diwaspadai adalah alkohol yang hanya tertulis kata 'alcohol'/ethanol/ethyl alcohol.
    • Hindari produk kosmetik yang mengandung/tertuliskan wine, beer, dan unsur minuman keras lainnya. 
    • Amannya, gunakan produk NON ALCOHOL/ALCOHOL FREE bila tidak yakin.
     *****
    Sekian dulu, postingan singkatku mengenai ciri kosmetik halal. Kalau ada yg mau menambahkan, silahkan di kolom komentar. PERHATIAN: DILARANG MENGKOPI ISI TULISAN TANPA IZIN!
    Wa Allahu Alam Love, Momzhak