Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Review Produk Mustika Ratu Terbaru

Assalamualaikum, Qonitas. Sekarang aku mau review Produk Mustika Ratu yangg aku dapet secara gratis dari Mustika Ratu bulan lalu. Aku suka semua barang-barang yg dikirim, soalnya hampir semuanya udah pernah aku pakai dan cocok.

Dan jadi ada bagusnya juga sih, aku gak harus nulis 2 kali di postingan yg terpisah untuk review produk yang juga kupakai, hihi. Yuk, lanjut aja yaaa bacanya qonitas!

RATU MAS BODY LOTION

http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html
Produk Mustika Ratu
Nah, apa teman-teman ada mencari body lotion dengan harga terjangkau? Bebas pengawet yang bikin phobia banyak orang (paraben-free, lol!)? Mudah meresap? Dan cocok untuk kulit kering? Kayaknya, body lotion dari Ratu Mas ini jawabannya!

Awalnya, aku under-estimate lah, melihat pekejingnya yang kurang oye. Cuma, pas liat ingredient-nya, hmm boleh juga. Pas dioles, bagus juga karena gak bikin lengket, cepat meresap.

Meski tanpa tambahan silikon di dalamnya (beberapa jenis silikon dalam kosmetik memang memberi coating effect, membuat seakan-akan suatu produk mudah meresap dan tidak lengket). Mengandung minyak zaitun, ekstrak buah kiwi dan vitamin E. Ditambah dengan tutup botol yang praktis, Nice.

KOPI BODY BUTTER

KOPI BODY BUTTER MUSTIKA RATU
Dengan sangat jujur, aku gak suka aroma seri Kopi dari Mustika Ratu. Menurutku, ada wangi vanilla yang menyengat. Ya, aku gak suka wangi Vanilla. Dulu, aku pun sempat beli body scrubnya, cuma gak sampai habis kupakai karena kurang suka dengan aromanya. 

Aku pernah punya cerita tentang bau vanilla. Dulu, waktu hamil muda, aku gak tahu kalau suamiku ganti pengharum mobil. Pas mau berangkat naik mobil, rasanya mau pingsan cium baunya. Ternyata bau pengharumnya, bau vanilla. Erh. Ternyata, suamiku memang baru beli pengharum dari ACE hardware (kan di sana suka dijual  pewangi gantung yang ada bau vanilla gak jelas gitu). Argh.

Akhirnya, aku bilang aku gak suka. Dibuanglah pewangi itu. Tapi tetep ya, baunya gak ilang-ilang. Menyengat sekaliii... T_T Mau buka jendela, asap dimana-mana. Akhirnya, karena gak tahan, aku turun dari mobil trus distopin taksi sama suami. Trus, konvoi deh jalannya, taksinya ngikutin mobil suami, Rempot ^^.

OLIVE BODY SCRUB

olive body srub mustika ratu
Wah, kalau body scrub Olive Mustika Ratu sih temen lama, haha. Pertama kali nyoba scrubnya MR itu ya Body Scrub Olive, sampai sekarang masih kupakai. Yang pertama aku syuka itu memang aromanya.

Aromanya wangi dan segar. Trus, aku suka dengan butiran yang cokelat-cokelat itu. Untuk efek yang diberikan, kualitasnya sebelas-duabelas deh sama Olive Body Scrub-nya The Body Shop. Untuk pilihan, ya pasti jatuh ke MR dong, jelas lebih terjangkau dengan kualitas yang gak kalah.

BIOCELL SUNFLOWER CLEANSING GEL

CLEANSING GEL BIOCELL SUNFLOWER

Dari dulu aku penasaran sama Cleansing Gel nya Biocell Sunflower. Pengen coba juga, sekalian melengkapi rangkaian Biocell Sunflower yang sudah kupakai cukup lama (Night Gel, day Gel, Massage Gel). Beruntung, aku dapet sampel cleansing gel Biocell ini!

Pas pertama dicoba, hanya tercium aroma yang samar-samar, khas produknya Biocell deh, gak menambahkan banyak pewangi. Untuk kekuatan membersihkan makeup, ini cukup bagus. Kecuali makeup yang waterproof banget seperti mascara.

Produk ini cukup inovatif sih, cleansing berbentuk gel. Biasanya cleansing kan berbentuk cream, lotion, atau oil. Tapi semua produk Biocell kan emang bentuknya gel, seperti sudah semacam konsep produk nya gitu. Kesimpulan: Udah gak penasaran lagi, haha.

BIOCELL SUNFLOWER MASSAGE GEL

MASSAGE GEL BIOCELL SUN FLOWER

Nah, kalau Massage gel ini udah  aku beli fullsizenya sebelum dapet sampel ini. Yang membuat pertama kali tertarik untuk beli adalah bubble yang berwarna kuning di gel nya itu lho ^^ Sama seperti pertama kali tertarik dengan Day Gel nya, ada bubble yang berwarna biru-kehijauan. 

Ada perasaan dingin saat dioles ke kulit. Jadi, ritual masas pada wajah jadi lebih enak dan adem juga. Fungsi massage gel ini untuk memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Peredaran darah yang lancar, akan membuat kulit semakin sehat, karena nutrisi dan oksigen yang diterima kulit akan lebih optimal.


Intermezzo, aku pakai rangkaiannya Oxyfresh untuk dental care harianku. Bebas alkohol, detergent dan fluoride sama seperti MR. Hah, bebas fluoride? Kan fluor bagus untuk mencegah gigi berlubang? Awalnya, aku mikir gitu. Ternyata, kata dokter gigiku, fluor itu sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan terutama anak2. Boleh sih dipake, tapi jangan sampai tertelan. Lah, gimana ya, kalau aku sikat gigi mau gak mau sedikit pasti ada yg nyangkut di pangkal lidah. Yah, fluor emang termasuk zat yang kontroversial juga sih. Wa Allahu Alam.  http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

Produk perawatan gigi dan mulut dari MR ini menjadikan daun sirih sebagai bintang utama. Daun sirih di sini menggantikan fluoride yang biasa ada di dental care konvensional. Daun sirih memang telah dikenal lama secara tradisional dan teruji ilmiah sebagai antiseptik yang cukup kuat.

Untuk pasta giginya, aku memang kurang tertarik dengan odol yang mengandung deterjen. Tapi, saat kucoba, busa yang dihasilkan memang tidak sebanyak pasta gigi lain yang ampun-ampunan deh buihnya. Cocok untuk mereka yang mulut dan bibirnya cepat kering karena deterjen pasta gigi, tapi yang tetep gak mau juga pake pasta gigi non-detergent.

Ada kan orang yang gak suka pakai pasta gigi non-detergen, karena emang gak ada busanya. Tapi, kalau pake pasta gigi yang berbusa, bikin mulut cepet sariawan dan bibir kering. Kalau dilema gitu, coba ini aja untuk solusinya.

Yang jadi favorit aku sekarang adalah mouthwashnya! Non alkohol, mengandung ekstrak daun sirih, dan essential oil untuk penyegarnya (daun mint). Untuk zat additifnya, hanya menambahkan zat pewarna saja, dan tanpa pengawet!! Aku bakalan beli ini, buat menggantikan mouthwash yang aku pakai selama ini.

SLEEPWELL TEA

SLEEPWELL TEA MUSTIKA RATU
Terakhir, Sleepwell Tea Mustika Ratu! Yah, dari namanya aja, udah ketahuan kalau ini teh untuk membantu tidur lebih nyenyak. Cuma, sejujurnya, aku gak minum teh ini. Karena kontraindikasi teh ini adalah Ibu Hamil dan Menyusui. Kan aku masih menyusui anakku. Jadi, aku gak tahu deh apakah teh ini memberikan efek yang baik untuk aku yang punya kesulitan tidur. 

Akhirnya, teh ini aku seduh saja untuk suamiku. Aku kasih sesuai anjuran, untuk diminum 1/2 - 1 jam sebelum  jam tidur-nya hubby. Kalau suami kan tidurnya lebih sore, sekitar jam 10 udah terlelap, dan sebenarnya dia gak punya kesulitan tidur sih, hehe. Tapi ya sudah.

Pertama kali aku bawa tehnya, kata suamiku,"hmm... kalau dari wanginya, kalau enggak chrysant pasti chamomile" 

"Bingo!" Betul lah tebakan suamiku

Dia itu pecinta teh (aku kopi, hehe). Makanya gigi kita sama-sama kuning, wkwkw. Di rumah pun ada berbagai macam teh-tehan. Ada black, red, green, yellow tea. Teh melati, krisan, earl grey, matcha (green tea bubuk), oolong. Teh instan ini-itu juga ada.

Makanya, pas aku bawa Sleepwell Tea MR yang mengandung bunga chamomile, langsung bisa tebak. Emang sih, baunya mirip-mirip sama teh bunga chrysant, karena wajar lah wong mirip-mirip juga bunganya :D

Dia tahu kalau itu teh untuk tidur lelap, tapi dasar emang suamiku tidurnya pules dan selalu teratur, jadi gak bisa membedakan kualitas tidur nya saat meminum teh ini dengan tanpa meminumnya. Yah, seharusnya teh ini memang diperuntukan untuk orang2 macam aku.

APAKAH PRODUK MUSTIKA RATU HALAL?

Alhamdulillah, hampir semua produk mustika ratu sudah mendapat sertifikasi halal resmi dari MUI. Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan klik tulisan ku yg berisi iniformasi kehalalan MR di sini dan di sini. Semoga bermafaat, Wasslam.

Apakah lipstik wardah long lasting Memang Tahan Lama??

Lipstik wardah long lasting - Assalamualaikum, Aku emang demen sama lipstick, lip junkie lah kalau mau disebut gitu. Bagi aku lipstick itu bak mainan pada anak-anak, jadi jangan ada pertanyaan kalau aku demen review lipstick, hehe.

Kalau buat pilihan warna, warna yang cocok untuk skintone ku ini terbatas. Paling cuma cokelat, orange, coral, peach dan brownish-pink. Jadi, ya warnanya itu-itu aja. Dan warna yang kembar itu banyak, misalnya yang warna cokelat ada 3, dan seterusnya.

Karena nyari lipstick yang cocok itu bukan sekedar warna. Kalau nyari lisptick buat nyari warna aja kayaknya selesai sudah perjalanan... :D Ada yang lebih penting dari sekedar warna, salahsatunya adalah 'daya tahan'.
Lipstik wardah long lasting
Ngomong-ngomong ketahanan (staying power), hari ini aku akan review salah satu lipstik wardah long lasting. Ini pertama kalinya aku coba lipstick Wardah seri ini (gara-gara diracun sama Deadjeng Vicky, hehe).

Dari namanya yg 'longlasting' pasti lipstick ini menjanjikan ketahanan yang lebih lama dari lipstick seri lainnya. Nah, apakah ketahanannya betul-betul tahan lama?  Nyuk, dilanjutin aja bacanya.. ^^

REVIEW WARDAH LONGLASTING LIPSTICK FABULOUS PEACH (01) & PINK SORBET (02)
wardah long lasting

KEMASAN
Bisa dilihat ya pada gambar di atas, kemasan chrome berbentuk silinder, ukurannya gak terlalu gede.

FITUR
Lipstik yg tahan lama namun tidak membuat bibir kering karena menandung jojoba oil & squalane.

WARNA & PIGMENTASI
Shade yang aku review ini adalah Fabulous Peach (01) dan Pink Sorbet (02)

wardah long lasting lipstick


warna lipstik wardah


Warna Fabulous peach betul2 peach ya... Gak ada campuran warna-warna lain (itu sih menurut mataku, hehe). Kalau pink sorbet, malah gak ada pink-pink nya sama sekali menurutku... :p lebih berwarna kecoklatan dengan hint orange.

harga lipstik wardah

Oiya, seri longlastingnya wardah menurutku warna yg cakep (baca: match sama kulit ><) cuma beberapa warna aja, yang no. 01, no.02 dan no. 04. Selebihnya mari liat sendiri di color chartnya Wardah Longlasting Lipstick berikut ini:
Untuk pigmentasinya lumayan, sekali sweep langsung jreng muncul warnanya, full coverage. Gak ada keluhan, so far... ^^ 

TEKSTUR & FINISHING
Tekst sedikit creamy finishingnya matte!! Buat yang gak suka pake lisptik dengan sensasi kerontang, lipstik ini gak direkomendasikan. Meski begitu lipstick ini di bibirku gak bikin kering sama sekali.

lipstik inez
matte finish
STAYING POWER
Ini point pentingnya, wkwk. :p Hmmm tahan lama gak yaaaaa?? Ooo, mari kita lihat penampakan lipstick ini di bibirku dalam 3 jam kurang dikit (dengan selingan minum-minum dan makan berat). Untuk challengnya, aku pake shade no. 01.

Dan hasilnya, tengtereng.......


See? Warna peachnya hilang dan meninggalkan stain merah. Tapi, kalau gak dipake makan-makan, warnanya bisa awet smp lama banget! --> gak ngitungin sampe brapa jamnya, sih.

Trus, kalau yg pink sorbet (02) lama-lama ninggalin stain merah juga gak?

My bad, gak aku perhatiin. Soalnya lebih sering pake yg 01.

HOW TO USE (A la aku)
  1. Sebelum pakai lipstik ini, pastikan kulit bibir kalian keadaan baik (how to get baby lips?, check this out!). Karena kalau kering pasti akan tercetak jelas.
  2. Oles merata
  3. Kalau warna lipstik udah betul-betul nempel, bisa pakai lipbalm berSPF (karena lipstik ini gak ada perlindungan UV nya)
Kok lipbalm-nya gak dipake sebelum lipstik Wardah Longlasting ini??

Soalnya, kalau dipake sebelum lipstik ini, ketahanan lamanya akan berkurang --> lebih mudah luntur/gak longlasting. Itu menurut pengalamanku, ya. Mungkin teman-teman lain ada yg punya pengalaman berbeda dengan dirikuwh?

BEBERAPA PENAMPAKAN LAIN :p

(BONUS) PERTANYAAN
Kalau mau Wudhu trus lagi pake lipstik longlasting gini harus dihapus dulu gak?

Jawab: Kalau masih terlihat ada wujud lipstick yang masih menutupi kulit bibir kita ya harus dihapus. Tapi kalau tinggal stainnya aja, ya enggak apa-apa, enggak harus betul-betul hilang warnanya, karena sisa warna lipstik ini (stain kemerahannya itu), 'menyerap' ke kulit bukan 'menutupi' kulit. See? :)

KESIMPULAN

Aku suka dengan produk Wardah yang satu ini. Longlastingnya lumayan, disaat lipstik-lipstik lain dengan harga semurah ini udah hilang begitu saja bahkan tanpa makan/minum. Gak usah sering-sering retouch lisptick. Tapi harus tetep ngoles lipbalm karena ngeri kering (meskipun gak pake lipbalm lipstick ini gak ngeringin bibir ^^).

Walaupun pada akhirnya meninggalkan stain, tapi mudah dibersihkan. Kekurangannya, gak ada sun protectornya.
Score:

Hada Labo Gokujyun Foaming Face Wash | Review


Sekarang lagi suka sama pencuci muka yang tipenya dipencet trus langsung keluar busa, kaya punya Hada Labo yang mau ku review sekarang ini, nih. Kesannya praktis tapi muka tetep terasa bersih.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya pakai pembersih muka semacam ini. Dulu pernah pakai Sebamed Clear Face Cleansing Foam sama Acnes Foaming Wash, tapi cuma pakai sesekali aja, belinya pun cuma karena kepengen, hehe. Beda sama hadalabo yang ini, kepake terus dari pertama beli :D

Salon Moz5 dan Bath Gel Halal MoAyu Bath Gel


Tahu kan Salon Moz5? Nah sekarang Moz5 (baca; Moz-Lima) sedang memperluas usahanya ke sektor produk kosmetik, merknya MoAyu Beauty Care. Line produknya mencakup face-body-hair care. Dan yang akan di review kali ini adalah MoAyu Bath Gel :)

Sebelumnya, Momzhak memang sudah tahu cukup lama produk MoAyu ini. Kalau Spa atau sekedar luluran di Moz5, produk yang dipakai ya MoAyu, tapi produk tersebut gak pernah mencuri perhatianku, karena selalu berpikir kalau isinya ya pasti gitu-gitu aja (jadi gak pernah tertarik untuk beli). Yang sudah jelas kutahu, semua produk MoAyu sudah bersertifikat halal dari MUI. Yeay :D

Cerita berawal saat mandi dengan Moayu Bath Gel selepas masas di Moz5. Setelah mandi kulitku terasa lembut, padahal biasanya sabun yang kupakai seringkali membuat kulitku kering. Awalnya kupikir mungkin karena efek aneka minyak yang tadi dioles di kulit badanku.
Moz5 Rawamangun

Pas mau bayar di kasir, aku sempat lihat botol sabun berwarna hijau yang ternyata sama seperti yang aku pakai untuk mandi tadi. Baru sadar, kalau Moz5 juga menjual produk Moayu. Akhirnya kubeli sebotol Moayu Bath Gel ukuran besar.

Kalau mau beli suatu produk kosmetik, aku selalu tengok deskripsi produk, ingredients dan exp. date pada kemasannya, termasuk pada produk  ini.

Meski ada tulisan dicetak bold wana merah Parabens free, Lanolin free, PABA free di belakang kemasannya, aku lebih girang setelah tahu kalau pembusa yang dipakai bukan SLS/SLES. Yeyey!

Kalau ada yang baca tulisanku mengenai sabun mandi, pasti tahu kalau kulitku sangat mudah kering dengan berbagai macam sabun mandi dan masih mencari pembersih badan yang cocok. 

Setelah berkali-kali menggunakan Moayu Bath Gel, kira-kira gimana ya hasilnya? Cus, tengok reviewnya!

KEMASAN

Dikemas di botol berukuran 250 ml dengan tutup botol yang tinggal di-press saja. Ada juga sih travel size-nya.
MoAyu Bath Gel

Review MoAyu Bath Gel
tersedia berbagai ukuran

Deskripsi Produk

Bath gel beraroma lembut ini, mengandung ekstrak teh hijau as antioxidant dan coconut oil sebagai pelembab tubuh yang sudah tidak kita ragukan lagi khasiatnya untuk kulit.

Selain itu, MoAyu Bath Gel tidak menggunakan SLS/SLES dalam produknya. Ini point plus buat ku.

Mungkin banyak yang belum tahu, SLS/SLES (sodium lauryl sulfate, sodium laureth sulfate) merupakan pembusa pada produk pembersih yang bersifat irritant dan high-comedogenic. Dua kandungan tersebut sangat lumrah digunakan di berbagai macam produk pembersih, dari pembersih wajah sampai sabun cuci. Ya, tentunya dengan tingkat konsentrasi yang berbeda (jadi, stop juga  menyamaratakan sabun/shampo berSLS/SLES dengan sabun pel, bukan point itu yang membuat kita sebaiknya menghindari SLS/SLES dalam produk pembersih kulit).

Aku sendiri memang kurang bersahabat dengan SLS/SLES. Kalau dipakai di badan, kulit akan cenderung kering. Kalau dipakai di wajah, gak bikin kering sih, tapi rawan menyumbat pori-pori, kurang cocok untuk yg kulitnya mudah betjerawat macam kulitku.

Semua produk dari MoAyu sudah bersertifikat halal, dan bebas beberapa bahan-bahan kontroversial seperti Parabens dan PABA. Bebas Lanolin juga, terdengar macam kosmetik ramah hewan (memang klaimnya no-animal tested juga, sih).

Kandungan

Ingredients: Aqua, Disodium Cocoyl Glutamate, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside, Glycol Distearate, Camellia Sinensis Extract, Coconut Oil, Sodium Chloride, Citric Acid, fragrace, Propylene Glycol, Tetrasodium EDTA, CL 19140, CL 42090, methylchloroisothiazolinone.

Pembusa yang dipakai di sabun ini adalah: Disodium Cocoyl Glutamate, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside. Ketiganya adalah pembusa yang low-irritant, bio-degradable, dan jauh lebih lembut dari SLS/SLES. Ketiganya berasal dari turunan buah kelapa. Relatif lebih sehat untuk kulit dan ramah buat lingkungan juga.

Mengandung Citric acid sebagai pH balance. Pengawet yang dipakai sebagai alternatif dari parabens adalah methylchloroisothiazolinone. Tetapi hati-hati, methylchloroisothiazolinone bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Key ingredientsnya tentu green tea oil dan coconut oil.

Enak gak dipakainya??

Hmm busanya si kelihatan dikit, padahal sih masih bisa lebih banyak lagi. Iya, busanya banyak! Tapi, dalam penggunaanya, aku lebih suka pakai shower puff, cukup tuang sedikit, eh busanya banyakkk banget.

Saat dibilas, di kulit gak terlalu kesat dan gak terlalu licin juga. Pokoknya PAS. Kalau ada pembersih badan yg kesat, biasanya karena zat sabunnya terlalu banyak. Nah, kalau terlalu licin sampai susah dibilas, biasanya karena terlalu banyak surfaktan/detergen yang ditambahkan.

Wanginya sih subtle, aroma frangipani-nya gak terlalu tercium. Padahal aku suka banget aroma kembang kamboja. Heu...:p

Saat mencoba setiap sabun baru, aku selalu cari tahu efeknya di kulitku setelahnya. Tentunya, aku gak pakai pelembab badan dulu untuk tahu apakah ini cocok atau enggak. Ternyata, bath gel ini sama sekali gak bikin kering. Seneng banget.

Walaupun mengandung coconut oil yang berpontensi clogged pore, tapi tidak membuat punggungku berjerawat.

KESIMPULAN

Plus: 

  • Free SLS/SLES. 
  • Untuk yang paranoid dengan bahan-bahan kontroversial, sabun ini bebas paraben dan PABA dan lanolin.
  • Key ingredients: Tea Tree oil, coconut oil
  • Busa banyak, tapi gak bikin kesat ataupun sulit dibilas karena terlalu licin.
  • Gak bikin kulit kering ataupun back acne.
  • Halal certified

Minus:

  • Aromanya samar
  • Hanya dijual di salon dan website MoAyu
  • Agak mahal. Sebotol ukurang 250 cc, sekitar 50 ribu
  • Walaupun sudah memenuhi CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik dan benar), tapi sayangnya belum terdaftar di BPOM. Nah, loo... Buruan di daftarin deh, sis, 

Eh iya, kemarin kan masih ribut-ribut cari body wash. Sampai sabun natural dan organik sekalipun gak membantu  di kulitku yang kering (eh, ada deh, TBB cocok di kulitku kok).

Kalau sekarang, aku masih suka-sukanya pakai Moayu, belum terpikir nyoba sabun lainnya. Lagipula produk ini gampang didapat, gak harus beli online :D

Make Up | ZOYA Cosmetics Natural White Two Way Cake


Kalau ada yang suka beli kerudung dan baju muslim, pasti kenal merk ZOYA. 

Jauh sebelum marak merk designer hijab, merk Shafira (versi murahnyIW)n brand kosmetik sendiri, namanya ZOYA Cosmetics. Kabar bagusnya, produk ini sudah bersertifikat halal dari MUI, lho. Hmm, makin banyak deh pilihan kosmetik halalnya :D

Kemasan kosmetik keluaran Zoya pun lucu-lucu dan gak pasaran, beda sama kosmetik lokal lain yang kadang kemasannya suka sama -cuma beda warna-. TWC yang akan kureview kali ini pun punya casing yang bagus, tapi apakah penampakan luarnya sebaik kualitas dari produknya? 

Masalah Kulit Badan Yang Kering, Mandi Tanpa Sabun atau Pilih Sabun Natural??

qonitas - Salah satu jenis kosmetik yang paling ribet kucari adalah sabun mandi. Rasanya jauh lebih susah dibanding nyari suami idaman *maaf para Jones :p

Disaat kulit wajahku berminyak, di beberapa area kulit seperti kaki dan tangan malah cenderung kering. Dan keringnya gak cuma sekedar kering, tapi kering yang bikin gatal. Jadi, memilih sabun pun harus hati-hati, mengingat aku pun sedikit malas mengoleskan pelembab di badan.


Sampai Baba pernah bilang gini,"Yaudah, pakai batu kali aja kayak orang dulu. Tinggal digosok-gosok doang..."

Hehehehe...

Tapi sekilas memang pernah baca di sebuah forum online yg menyinggung masalah mandi tanpa sabun. Iya, mandinya cuma pakai air aja. Hmm, gimana rasanya tuh??

Masuk akal juga ya, karena pembersih badan itu memang cenderung bikin kulit kering (apalagi yang kulitnya emang kering kaya eke). Kenapa:
  • Kalau pakai sabun biasa (sabun yg dalam pembuatannya pakai lye/soda), biasanya pH nya alkali, bisa di atas 7, sedangkan kulit kita pHnya 4-5. Nha, pH yang alkali ini lah yg membuat kulit jadi kering, karena acid mantle pelindung kulitnya terkikis
  • Kalau pakai sabun yang pembusanya pakai detergen (biasanya ada kandungan sodium laury/laureth sulfate), bisa bikin kering juga karena bahan tadi sifatnya iritan. Tapi, kalau kalian kulitnya gak bermasalah dengan bahan di atas, ya gak apa-apa.

Setelah itu, aku baca-baca lagi mengenai ide tersebut. Ternyata banyak yang sukses dan ada juga yang gatot karena gak tahan sama bau badan atau kulit kasar dan kusam. Aku baca juga dari blog blogger luar yang bertahun-tahun mandi tanpa sabun dengan berbagai alasan, dari alasan kesehatan sampai lingkungan, dan mereka masih ngeksis aja tuh :p

Oke fix, aku harus coba no-soap!! Tapi kalau sampoan sih tetep (i cant imagine my oily scalp skipping out on shampoo! Mau jadi apa rambutku??).

Oiya, dan tanpa Batu Kali :D

Water-Only Washing

Water-only washing ini hanya saat mandi ya, karena kalau sehari-hari aku tetap sering mencuci tangan dengan sabun/cairan antiseptik mengingat aku breaktifitas di tempat rentan infeksi.

Mandi tanpa sabun bisa kubilang ide yang bagus, karena bisa menahan acid mantle pelindung pH alami kulit kita yang sering tersapu oleh alkali sabun ataupun bahan iritan macam sulfat.

Awalnya aku memang menikmati semua ini, sebelum aku ingat kalau aku memang punya bakat kulit berminyak, jadi gak semuanya kering. Jadinya, setelah sekian lama mandi tanpa sabun, pada beberapa area seboroik di badanku mulai berontak. Iya, akhirnya aku sukses berkomedo dan berjerawat di beberapa area tersebut terutama di punggung dan dada.

Sekedar info, area seboroik/seborrheic adalah area di tubuh kita yang memilik banyak kelenjar minyak (glandula sebesea). Area tersebut meliputi kulit kepala, wajah, dada, pungung dan sela paha. Kalau yang kulit wajahnya berminyak, biasanya area seboroiknya juga memproduksi minyak berlebih.

Kalau di luar area seboroik, kulit punya kelenjar minyak yang sedikit. Makanya gak pernah denger kan betis yang ditap-tap oil paper gara-gara banjir minyak? Atau tangan jerawatan? Kalau ada yang mikir bisul, itu beda lagi. Bisul mah folikulitis/furunkel, bukan acne, hehe.


Kembali ke mandi cuma pake air.

Kalau ada yang mikir sama seperti Baba, kok orang kita dulu kulitnya tetep bagus meski hanya mandi dengan batu gosok? Jawabannya: mungkin saja orang dulu yang kelenjar minyaknya sangat aktif juga jerawatan, bisa jadi malah lebih parah. Acne kan udah ada dari jaman nabi, bukan penyakit baru kaya flu babi.

Kalau ada yang mikir, kenapa orang-orang ada yang survive menjalani no soap washing tanpa keluhan? Jawabannya, tipe kulitnya apa dulu? Kalau tipenya normal, jarang mandi aja gak akan ada masalah, paling jadi kusam. Kalau tipenya kulit kering, malah bagus lho mandi gak pake sabun. Area kulitku yang kering malah jadi bagus kalau gak sabunan.

Gara-gara ini lah aku sampai mikir, yaudah, sabunin area yang gampang berminyak aja deh, yang lain enggak. Tapi dipikir-pikir gak lucu. Tanggung, malah tambah ribet, hehe.

Oiya, beberapa orang mengeluhkan bau badan saat mencoba teknik mandi seperti ini, namun aku sendiri tidak mengalami hal serupa, biasa aja. Seberkeringat apapun badanku jarang mengelurkan aroma menyengat, makanya jarang juga pakai deo atau semacam bedak-bedakan. Yang bikin sebel hanya jerawat itu saja.

Emang salahku juga sih karena cuma sekedar ngikut tips/tren, tapi gak menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Lagipula, kalau memang no soap ini bagus dan cocok untuk semua orang, arkeolog gak akan menemukan sabun purba yang usianya setua Piramida Giza.

Maka, berakhirlah ritual mandi tanpa sabun, dan jerawat badan pun jauh berkurang. 

SABUN HOMEMADE-NATURAL-ORGANIC-EVEN WITHOUT DANGEROUS CHEMICAL INGREDIENTS-BALABALA

Aku udah coba aneka macam sabun. Jelas, sabun mandi jebolan Unilever, Kao, dll sudah lama kutinggalkan. Sabun-sabun yang agak mahal yang dijual di drugstore, belum pernah ada yang kucoba karena rata-rata masih menggunakan surfaktan atau pembusa yang murmer semacam SLS/SLES.

Kalau ada yang pernah baca ceritaku tentang sabun mandi di blog lamaku, mungkin kalian ingat aku sejak lama pakai Pigeon baby wash, sabun cair tanpa sulfat yang gampang dibeli dimana-mana. Sejauh ini, itu yang paling cocok. Tapi, seiring berjalannya usia, pengen juga pakai sabun yang wanginya enak-enak, kemasannya lucu-lucu dan bukan sabun bayi.

Intinya, aku masih butuh pembersih saat mandi, tapi pembersih seperti apa? Idealnya ya bebas SLS/SLES, gak terlampau alkali, ada pelembab ekstra dan mudah dicari (tapi plis lah jangan Pigeon lagi).

Dan, aktifitas jajan berbagai merk sabun sempat dimulai lagi...

Pertama, aku pilih merek yang klaimnya natural, blabla (seperti subjudul diatas). Biasanya sabun dengan cap natural dan semacamnya memang hadir tanpa surfaktan yang bersifat iritan untuk kulit. 

Tapi, aku rasa sabun natural juga gak sepenuhnya bagus. Kenapa? Karena sabun natural itu sebenarnya sabun kovensional atau sabun biasa Sabun konvensional itu komposisi utamanya lemak dan cairan soda (lye), nah soda ini sifatnya alkali dan bisa bikin kulit kering. Jadi, kalau kita cocok-cocok aja sama sabun 'jaman sekarang' yg pembusanya pakai surfaktan/detergen, ya pakai aja.

Awalnya aku takut-takut pakai sabun homemade. Tapi lagi-lagi kekuatan review dan testimoni sukses bikin aku berani untuk coba-coba. Yah seenggaknya gak mengandung SLES/SLS yang bikin kering PLUS menyumbat pori-pori.

Merk sabun yang pertama kali aku gunakan adalah Green Mommy Shop (GMS). Jauh sebelum aku pakai sabunnya, aku memang suka beli minyak-minyakan semacam carier oil dan essential oil di GMS, soalnya relatif murah.

Klaim produk ini hampir 100% natural plus organik, walaupun aku sendiri sebenarnya belum terlalu menaruh hati dengan produk organik yang dibuat homemade di Indonesia. Bukannya gak percaya, Tapi di sini, kosmetik organik belum memiliki semacam badan pengawas resmi yg memberikan sertifikat organik. Kalau pun mau sertifikasi, ya harus dari luar misalnya macam USDA organic atau EcoCert. Jadi, alangkah baiknya bila ada badan/lembaga yang mengawasi proses produksi, agar konsumen lebih merasa tenang.

Balik ke GMS.

Sabun GMS yang aku pakai adalah Cacao Soap (motifnya lucu, deh) dan Vege Soap. Awal mula dipakai langsung terasa kesat. Beberapa kali mandi pakai sabun Cacao ini, kulit malah tambah kering, kemudian dicoba di muka kulit malah ngelupas. Yang Vege pun mirip dengan sabun biasa, gak terlalu ngeringin kayak cacao tapi kulit tetap busik setelahnya.

Aku memutuskan gak mau lagi nyoba sabun GMS lagi, lanjut beli minyak-minyaknya aja, hehe.Tapi, mungkin aku juga yang keliru milihnya, harusnya aku pilih Castile Soap yang ada olive oilnya. Atau bisa jadi karena ini sabun natural, yang kualitas setiap batch nya mungkin tidak selalu sama dengan batch sebelumnya.

Btw, membuat sabun natural itu memang gampang, tapi cukup tricky meski pas pembuatannya udah pakai 'soap calculator' (google it). Kalau gagal bikin, bisa-bisa kulit kita seperti mandi sabun cuci.

Dulu, aku pernah bikin sabun batangan sendiri. Tapi, karena kandungan fat/minyak yang aku tambahkan kurang dari yang seharusnya (karena takut gagal) maka ya sama saja... aku bak pakai sabun cuci piring. Keset! Tapi, kalau basa/soda yang kita tambahkan kurang, sabun cenderung lembek. Pernah bikin yg kedua kali, sukses juga akhirnya. Tapi mau bikin lagi males, hehe. 

Sempet skeptis kan sama sabun-sabun natural gitu. Tapi lagi-lagi gak kapokan. Akhirnya nyari-nyari lagi rekomendasi sabun natural yg bagus. 

Merek selanjutnya yg kupakai yaitu The Bath Box (TBB). Merk ini mengusung produk natural dan organic juga, tapi TBB punya kemasan yang lebih caem dari GMS (kesannya lebih meyakinkan, haha).

Pertama yang aku beli Milk Tea. Walau sabun batang, ini gak ngeringin, tapi pas awal bilas emang agak sedikit kesat. Setidaknya, pengalaman pakai TBB jauh lebih baik dari sabun batangannya GMS. Aku pakai ini sampai habis.

Sabun TBB Milk tea, selain preservatives free, dia mengandung susu kambing organik. (Btw, setahuku, hampir semua kambing itu organic ya gak sih? Kan makannya cuma dedaunan liar, gak dikasih suntik ini itu dan bukan hewan yang biasa dimodifikasi genetik/GMO? Beda sama sapi. Thats why, daging kurban jarang ada yang gemuk.)

Nah, susu kambing inilah yang membuat sabun ini lebih ramah untuk kulit meski dalam pembuatan sabun tetep pakai NaOH sebagai basa/soda. Kenapa? Konon, pH dari susu kambing itu relatif asam, mendekati pH alami kulit manusia, jadinya sabun tadi bisa dibilang pH nya balance.

Yah, someday, pengen nyoba sabun cairnya yang Goats Dont Lie, yang jadi best sellernya TBB itu. Mbeeekk... :3

FYI, sebenarnya produk cair yang gak pakai pengawet itu sungguh-sungguh riskan dengan kontaminasi. Nah, kalau pun ada produk cair yang non preservatif yang relatif lebih tahan lama, ya paling sabun cair atau shampo. Tapii... konsekuensinya sabun atau shampo tersebut harus punya kadar alkali yang relatif tinggi agar mikroorganisme ogah tumbuh, tapi kalau terlalu alkali ya kulit cepet kering. 

Makanya, buat produk-produk homemade yang tanpa pengawet macam ini, aku jarang beli yg ingredientsnya mencantumkan 'air'.

Kalau mau pilih produk homemade-natural/organic-no preservatives, aku sarankan beli yang anhydrous, yaitu yang gak ada kandungan airnya. Kenapa? Karena tanpa air = tidak ada kehidupan. Termasuk jasad renik.

Yg anhydrous tuh contohnya apa? Misalnya, aneka minyak,  lip balm, body balm, masker bubuk, scrub bubuk dan sabun batangan (karena kandungan airnya menguap. Ya, kecuali kalau udah kena air, cepat habiskan). Untuk body butter rata-rata anhydrous, kecuali merek Utama Spice (natural cosmetics yang aku suka dari dulu).

Kembali lagi ke sabun natural dkk.

Seneng deh nyoba-nyoba sabun gini, Tapi, yang bikin segan, aku harus beli secara online. Lebih suka lihat, beli dan langsung pakai. 

Akhirnya, aku coba-coba Original Source yg lebih mudah didapat. Yang natural memang hanya fragrancenya aja, dan dia masih pakai SLES sebagai pembusa. Akhirnya, nyoba yang botolan kecil dulu, takut gak cocok. Eh bener deh, kulit kering habis pakai Original Source dan terlalu lengket selepas dibilas, padahal merek ini merupakan produk animal cruelty free dan vegan friendly, ditambah wangi pepermint nya jos banget.

Sempet lihat merk Oleum yang non SLES/SLS plus dikasih aneka minyak-minyakan, tapi mengandung collagen. Semenjak addict sama halal cosmetics, jadinya agak hati-hati sama kandungan syubhat.

Masih agak takut coba sabun-sabun homemade merk lain. Tapi, aku mungkin bakal nyobain TBB yg Goats Dont Lie aja deh, apalagi itu sabun cair, kayaknya bakal cocok. Padahal, kita lagi kebanjiran homemade soapmaker lokal, lho. Misalnya Sensatia, Skin junkie, Bali Alus dll yang bikin laper mata mau coba-coba.

Okelah segitu saja.

Akhirnya, sekarang balik lagi ke Pigeon, kadang-kadang nerapin no-soap juga, terutama saat mandi pagi (kan kalau pagi-pagi badan masih bersih).

UPDATE: Akhirnya sekarang pakai Moayu Bath Gel (Halal certified + non SLS/SLES :) :) )

Make Up | PAC Blush On No. 4 Review


PAC Blush On No. 4 ReviewAssalamualaikum, Manteman semua! :D Sampai saat ini, blusher yang  kubeli gak pernah jauh-jauh dari warna: coral, orange, cokelat muda, atau peach. Kalaupun beli warna pink, pasti selalu mix dengan warna-warna hangat lainnya. Gak murni pink, gitu.

Kalau sekarang kayaknya beda, aku lagi demen blush on dengan warna dominan pink >.< Malah, kemaren sempet nyari-nyari blush on lokal dengan shade pink keunguan. Dan akhirnya, pilihanku jatuh ke PAC Blush On no.4

Kemasan

Dari depalan pilihn warna blush on PAC, yang pembeliannya sudah include kemasan cuma No. 1 dan No. 2. Untuk no. 3 sampai 8 hanya berupa kemasan isi ulang (refill) aja. Kalaupun mau casingnya, harus beli terpisah, itu pun gak sama dengan casing No.1 dan No. 2 yang udah berserta cermin dan brush bawaannya.


Casing yang jadi tempat blush on No. 4 ku adalah casing universal dari PAC. Bentuknya bundar dengan tutup ulir, ya seperti gambar di atas. Tempat ini juga cocok dijadikan wadah single eyeshadownya PAC.

Meski begitu, aku gak bermasalah dengan casing semacam ini, karena selama ini aku gak terlalu butuh cermin dan kuas yang ada di suatu kemasan blush on :)

Fitur

Katanya sih, blush on ini diklaim waterproof. Tapi, aku sendiri belum pernah uji ketahanan air pada blush on ini. Tapi, untuk staying powernya menurutku cukup baik, dalam artian tidak mudah luntur karena minyak atau keringat.

Mengandung bisabolol, anti-oxidant, pelembab dan sunscreen agent. Tapi aku gak terlalu peduli dengan hal ini :)

Oiya, ada sedikit peringatan pada brosurnya, yang kira-kira redaksinya seperti ini:
...Hindari pemakaian di bawah sinar matahari langsung yang terlalu lama...

Setahuku, jarang lho, ada produk pemerah pipi yang mencantumkan peringatan macam itu.
Pada beberapa produk blush on memang ada semacam pewarna dan fragrance yang sifatnya photosensitizer/fotosensitif (sensitif radiadi sinar UV). Sehingga, bila zat fotosensitif tadi terpapar sinar matahari secara intens, mampu menyebabkan gangguan kulit berupa flek-flek hitam. Aku juga gak tahu pasti zat warna dan pewangi apa sajakah yang sensitif terhadap radiasi siar matahari. Tapi, dari bbeberapa sumber yang pernah kubaca, memang ada pewarna dan parfum dalam kosmerik yang memiliki sifat semacam itu. Tapi, udah jelas-jelas berbahaya bagi kulit karena sifat fotosensitifnya yang tinggi adalah pewarna-pewarna tekstil seperti Rhodamin dan Metilen Yellow.

Gak heran kalau kejadian flek-flek hitam di kulit akibat pemakaian blush on itu cukup banyak. Terutama untuk mereka yang menggunakannya di siang hari atau sering terekspos matahari langsung.

Makanya, di beberapa blush on biasanya ditambahkan sejenis penangkal tabir surya (kalau di produk ini menggunakan Oxybenzone).

OOT dikit, seingatku kosmetik halal yang mengklaim semua produknya non-photosensitisizer itu Wardah, deh. Kalau gak salah.


Tekstur

Super chalky, alias menyerbuk. Untunglah, blush on ini mudah dibaurkan dan mudah dibentuk sesuai kemauan kita (buildable). Oiya, ngomong-ngomong chalky, ada beberapa kekurangan kalau blush on kita chalkynya gak ketulungan:
  • Buat yang punya asma, siap-siap aja obat.
  • Cepet habis (mubazir)
  • Gampang pecah
  • Bikin kotor  

 

Warna

No. 4 ini blush on berwarna pink-keunguan. Warna ini bagus menurutku dan aku sukkka! 

Lebay emang, wajar lah karena aku memang belum pernah punya warna kayak gini sebelumnya, dan sekalinya punya langsung cocok banget di warna kulitku. Padahal sih, mungkin aja banyak kosmetik lokal yang punya warna serupa, hihi.
Dengan aplikasi yang tepat, warnanya yang awalnya pink keunguan, di atas warna kulitku akan berubah menjadi pink muda yang cakeps banget! Duh, coba punya warna gini dari dulu... :D

Oya, pada blush on ini ada sedikittt shimmer.

Pigmentasi

Pigmentasinya? KELEWATAN. Lagian kenapa harus seheboh itu sih warnanya? Dipikir-pikir sih wajar aja, secara PAC itu  emang berfokus di stage makeup dan makeup orang-orang yang sering tersorot kamera. Kalau kata situs mereka, sih: 
"Kosmetik ini diluncurkan guna memenuhi kebutuhan professional make-up artist mulai dari stage make-up hingga riasan pengantin yang membutuhkan produk dengan fine quality, water resistant, serta pilihan warna beragam, terutama untuk warna-warna panggung yang cenderung berani..." (sumber: pacbeauty.com)
Beberapa warna pigmentasinya masih dalam batas wajar, misalnya No. 01, 02 dan warna pink No. 03 (tapi karena kurang bagus pink-nya, aku gak pilih yg 03)
Meski begitu, ada juga kok beberapa warna Blush On PAC yang warnanya sheer, seperti No.1 dan No.2 Tapi, karena yang kusuka warna no.4 ya aku beli aja yang ini, lagian warna blush on PAC yang lain kayak peach, cokelat, orange aku udah pernah punya.

Walaupun pigmentasinya kebangetan, seperti yang udah kutulis sebelumnya, blush on ini bluidable dan gampang banget dibaurnya. Kan ada tuh, beberapa blush on yang ngeselin, udah chalky, pigmennya kebangetan, eh dibaurnya susah. Argh.

Aplikasi

Blush on yang warnanya terlalu stand out, sebisa mungkin jangan pake kuas blush on biasa, karena sekali usap, serbuk blush on yang terambil bisa dipake buat dandanin pipi 3 orang cewek lagi T_T. Dan kalau pake kuas blush biasa, akan banyak serbuk yang terbuang percuma.

Untuk blush on semacam ini aku selalu pakai duo fibre brush (stippling brush).
Cara pakainya: Ambil blush on di pan sekali usap. Kemudian totol-totol (stipple) sepanjang tulang pipi, setelah itu baurkan.
Kalau pake duo fibre, dijamin deh gak bakalan kayak ondel-ondel. Hasilnya pasti natural banget. :) Eniwei, aku gak pernah pakai duo fibre selain untuk blush on. Kalau foundation cair, aku lebih suka pakai spons.

Swatches


Keterangan Gambar:

  1. Penampakan PAC blush on No.4 di pan
  2. Cuma sekali usapan ringan, langsung keambil banyak banget!
  3. Kanan: unblend. Kiri: setelah dibaurkan
  4. Penampakan di pipi. Mecing dah sama lipstik warna nude pink :)

Kesanku

Yang aku suka: Warnanya ciamik, staying power gak mengecewakan, gampang dibaur, gak sulit untuk membangun/mengontrol warnanya.
Yang kurang kusuka: Teksturnya menyerbuk, overpigmented (tapi masih bisa diakali dan dikendalikan), dan dari keterangan pada brosurnya bisa diambil kesimpulan kalau produk ini menggunakan bahan yang tidak terlalu ramah bila digunakan siang hari.

Apakah Produk Ini Halal?

Meskipun tidak tercantum logo halal MUI pada semua kemasan PAC, seluruh produk ini sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Untuk info kehalalannya bisa kunjungi tulisanku di sini [click].

Nah, udah deh segitu aja. Btw, ada yang tahu gak kosmetik lokal bersertifikat halal yang punya warna pink keunguan kayak seperti ini?? :)

Wassalam. Love~