Showing posts with label Fatwa MUI. Show all posts
Showing posts with label Fatwa MUI. Show all posts

Apakah The Body Shop Halal? Liat dulu ulasannya

The Body Shop - Assalamualaikum, Manceman :D Meski telat, sebelumnya BCQ ucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, ya. Maafkan kalau di blog ini ada kata-kata yang gak berkenan di hati, ada kata-kata yang nyindir, nyinyir, nyebelin, ngeselin, dan segala yang bikin hati gak enak deh, ya. Dan semoga segala amal ibadah kita sepanjang Ramadhan lalu, diterima Allah SWT, Ameen.

Sesuai dengan judulnya qonitas, aku bikin tulisan ini berdasarkan pertanyaan pembaca. Semenjak nulis blog ini,  pertanyaan yg masuk ke email memang gak jauh-jauh dari pertanyaan kehalalan suatu produk kecantikan.

Kalau produk kecantikan yang sudah mengantongi label halal dari MUI, ya gak ada masalah dan tidak perlu ada pertanyaan lagi. Tapi bagaimana dengan produk lainnya? Maka dari itu, ada saja yg bertanya mengenai kehalalan produk ini, produk itu, dan yang terbanyak adalah mengenai kehalalan produk dari The Body Shop.

The Body Shop


Beberapa pertanyaannya sbb:
  • TBS halal ga?
  • Yakin tuh produk TBS halal, kan masih mengandung gliserin, bla...bla... (menyebutkan beberapa kandungan syubhat, kandungan yg bisa berasal dari hewan dan bisa juga berasal dari tumbuhan dan sintetik).
  • Gimana dong, produk TBS yang aku pake ada alkoholnya... Alkohol yang digunakan TBS termasuk yang halal apa enggak?
  • dll

Kalau aku cermati dari email-email yang masuk mengenai kehalalan produk kosmetik, aku rasa Muslimah sekarang udah pada pinter dan kritis. Mereka yang peduli dengan kosmetik halal, gak semerta-merta percaya dengan kehalalan produk berlabel 'natural' 'green' 'herbal' dll. Karena apa? Natural belum halal.

Misalnya gini, PRODUK *KOSMETIK NATURAL A, semua zat aktifnya betul 100% berasal dari ekstrak tumbuhan, tapi apakah zat pendukung lainnya yakin bebas hewan dan alkohol khamar? Bisa saja Gliserin-nya berasal dari hewan yang haram (babi atau sapi yang tidak disembelih secara syari) atau alkoholnya berasal dari industri khamar.

*Oiya, ngomong-ngomong, yang disebut dengan kosmetik (menurut ilmu kosmetologi) bukan cuma produk make-up aja ya, tapi meliputi skincare, bodycare, nail, foot, hair, dan usaha lain untuk merawat kecantikan luar. Soalnya banyak yg mengira kosmetik = produk makeup saja.
 
back to topic.

The Body Shop menurutku salah satu produk yang bisa menjadi alternatif kosmetik-kosmetik yang sudah mengantongi sertifikat halal resmi, karena:
  1. 100% vegetarian
    ...We never test on animals, and all our products are 100% vegetarian. We campaign with passion on issues close to our heart, because activism is in our blood. We always keep people, animals and the planet in mind. So when you shop with us, you are choosing... (sumber: http://www.thebodyshop.co.id/tbs/4/1-About%20The%20Body%20Shop.html)

    Untuk alternatif kosmetik halal, memang paling tepat kalau kita memilih poduk kosmetik vegan atau vegetarian. Kalau vegan, unsur kosmetiknya 100% bebas konstituen hewan bahkan bebas susu dan madu sekalipun, semuanya berasal dari tumbuhan dan sintetik. Kalau Vegetarian, bebas hewan 100% tapi masih menggunakan bahan yg behubungan dengan hewan (namun dihalalkan), misalnya: susu, madu, beeswax, royal jelly, lanolin wool domba, dan pewarna serangga (konon serangga tidak dikategorikan 'animal' menurut beberapa pendapat).

  2. Alkohol yang digunakan berasal dari industri non-khamr
    ...The Ethyl Alcohol is present as a solvent and is not intended for intentional ingestion and intoxication. Moreover, all Ethyl Alcohol used in our products is denatured as required by the regulatory authorities in every Market, in which we trade; this renders the Ethyl Alcohol as unsuitable for consumption. The Ethyl Alcohol is manufactured as a synthetic chemical and not by the alcoholic beverage industry. In view of this, our products containing Ethyl Alcohol have been allowed to be sold in all Markets, in which we trade, including those with a predominantly Muslim population.
    All other ingredients with the word ‘Alcohol’ in their names are not used in the alcoholic beverages for the purposes of intoxication, have significantly different chemical structures to Ethyl Alcohol and are well established cosmetic ingredients that are fully compliant with Halal requirements...
    (sumber: http://www.thebodyshop.com.hk/en/faqs_product.aspx)

    See? Berarti alkohol yg digunakan adalah alkohol yg sudah didenaturasi, bukan berasal dari beverage industry alias industri khamar (alkohol yang diproduksi untuk dikonsumsi dan intoxication (baca: mabuk) ).

    Alkohol jenis tersebut sudah memenuhi pernyaratan halal bila digunakan untuk kosmetik. Sesuai fatwa MUI, ada 2 syarat alcohol diperbolehkan ada di dalam kosmetik:
    1. Alkohol tersebut tidak berasal dari industri khamar (maksudnya, alkohol yang sengaja dibuat untuk minuman yang memabukkan)
    2. Alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan (madharatnya lebih besar)

Ada yang tanya, kenapa di situs TBS indo gak ada keterangan tentang alkoholnya. Harusnya sih TBS Indonesia mencantumkan dengan sejelas-jelasnya, secara Indonesia itu Muslimnya paling banyak. Tapi, memang tidak semua situs TBS mencantumkan rincian FAQ secara lengkap, pertanyaan mengenai alkohol TBS pun aku dapat dari TBS Hongkong *garukkepala.

Kabar dari Moslem Consumer Group (MCG)

Ada beberapa readers yg pernah email dan komen tentang kabar kehalalan TBS di Moslem Consumer Group (MCG). Mereka bertanya setelah membaca berita dari MCG mengenai TBS yang berbunyi seperti ini:
A sist has provided a e-mail to MCG from The Body Shop Company (reference Number 63461) where company claimed to use gelatin either from pork or non zabiha beef, Shellac which might be dissolved in alcohol. The Body Shop products are not recommended to be use by Muslims. March 17, 2013
http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Nah, bagaimana tanggapanku?

Jawabanku: Gak masalah, aku tidak terpengaruh dengan kabar MCG, karena:

    Silahkan baca poin mengenai 100% vegetarian dan Kehalalan alkoholnya di postingan ini.
    Fatwa di negara lain mengenai alkohol iu berbeda. Banyak negara yg mengharamkan 100% alkohol dalam kosmetik tanpa terkecuali. Sedangkan di Indonesia, kita mengikuti fatwa dari MUI, yg membolehkan alkohol/ethanol yg tidak berasal dari industri khamar.

    Jadi, gak heran, kalau muslim di luar Indonesia akan berpendapat haram saat melihat ethanol dalam ingredient kosmetiknya. Bahkan, MUI menghalalkan pewarna carmine (pewarna serangga yg bisa digunakan untuk kosmetik), yang mana oleh MCG dan banyak muslim lain pewarna tersebut diharamkan.

    Makanya, di MCG kalau ada kosmetik yang mengandung Carmine, pasti masuk kategori haram. Sedangkan kosmetik lokal yang sudah mengantongi sertifikat halal seperti Sariayu, masih bisa kita temukan pewarna carmine di daftar ingredientnya. Ya, berbeda pendapat menganai permasalahan khilafiyah itu gak masalah kan? Gak usah berantem, hehe.

    Kalau TBS, ternyata mengingkari janjinya untuk 100% vegetarian dan menggunakan alkohol yang dibenarkan, bukan hal yg mustahil kalau produknya akan diboikot jutaan Vegetarian, pecinta binatang dan Muslim yang sudah percaya dengan janji mereka. Dan yang pasti, Cruelty Free International nya dicabut. Karena kita tahu kan, produsen itu bisa sukses menjual produknya berdasarkan  kepercayaan dari konsumen.

    Kalau masih tidak percaya, itu terserah pilihan masing-masing. Kalau memang melakukan kebohongan besar, itu bukan urusan kita lagi dong, itu urusan TBS dengan Tuhan, hehe.  Kita sih selaku manusia percaya-percaya saja dengan mereka. Sik asiiikk... :D

    Aku sudah mengikuti perkembangan MCG sejak lama. Meskipun MCG bisa jadi informasi yang bermanfaat untuk Muslim yang tinggal di USA dan Canada sana, ada yang disayangkan dari MCG. Mereka sering tidak menindaklanjuti email-email pembaca yg masuk ke mereka/gak ditelisik lagi keabsahannya.

    Kalaupun pada akhirnya ditindaklanjuti, lumayan lama juga terbit update nya. Ada bagusnya, mereka SEGERA cross check langsung ke produsen produk yang bersangkutan. Jadi, sering informasinya berasal dari laporan email pembaca, "A sister/brother bla...". Nah, kabar beritanya sering stuck di situ. Kan, untuk urusan seperti ini, kita gak cukup berhusnuzhan ke sesama muslim, tapi harus langsung Tabayyun. Dalam Islam, Tabayyun atau konfirmasi itu penting, biar tidak merugikan satu pihak saja.

    Bonus: Produk The Body Shop, Gagal vs Cocok

    Ada banyak produk TBS yang kucoba, tapi yang gagal banyak juga, haha. Misalnya, beberapa produk sabun cair, lipbalm Born Lippy, aneka lip butternya, Seri Vitamin E, Seaweed, Facial wash seri Tea Tree, AIO Foundation, AIO foundation powder, Shiso BB (nyoba sample). Kadang, ada beberapa yang beberapa produknya memiliki efek yang serupa dengan beberapa produk lokal, misalnya body butter dan body scrubnya.

    Kalau kubandingkan, ya efeknya 11-12 lah, gak ada Body Butter atau Body Scrub TBS yang efeknya heboh gimana gitu. Tapi aku akui Body Butter dan Body Scrubnya enak-enak banget wanginya. Dan untuk urusan zat aktif, tentunya banyak produk lokal yg gak kalah bagusnya.

    Tapi, banyak juga yang sekali coba langsung sukses, sampai repurchase, misalnya: White Musk EDP, White Musk Libertine EDT. Wewangian musk mereka itu memang tidak asli Musk, tapi justru musk yg seperti itu yg kucari. Karena, kalau Musk asli pasti berasal dari kelenjar rusa jantan (menjangan), yang akhirnya mungkin tidak halal karena cara mengambilnya memang tidak melalui proses sembelihan.

    Satu lagi, wewangian dari seri Japanese Cherry Blossom (aku pake body mist nya). Untuk perawatannya, aku suka dari seri Cocoa, Coconut Shower Cream, Vitamin C Face Spritz, Aloe Toner, Cucumber Toner. Aroma dari seri Moroccan Rose juga syuka, tapi kemarin aku cari kok gak ada, discontinue ya??

    Kemudian untuk TBS tools beberapa yg aku suka ada:  Powder Brush, Eyebrow brush, Kabuki Brush, Bath Brushes nya (terutama yg cactus), Nail Buffer, Bath Gloves, Bath lili. Nah,untuk tools, TBS emang punya kualitas bagus, dan yg penting AWET banget. Jadi, belipun gak nyesel karena bisa jadi investasi yg bagus. Yang pernah bikin aku kecewa kayaknya cuma Eyelash curlernya.

    Dan selama 2013, ada beberapa produk TBS yg jadi favoritku. Beruntung, sekali nyoba langsung cocok:

    Oke, sepertinya penjelasan mengenai kehalalan produk The Body Shop sudah cukup jelas. Ngomong-ngomong, apa produk TBS favorit kalian?
    Wassalam, Love, Momzhak

    Ingredients | Pewarna Kosmetik Carmine Red Dihalalkan Oleh MUI

     
    Di postingan yang lalu, aku galau kemarau gara-gara pewarna Carmine/carminic acid/CL 75470 menurut Muslim Consumer Group, dinyatakan haram karena berasal dari serangga Cochineal. 

    Tapi, pertanyaan mengenai kehalalan Carmine Red muncul lagi setelah aku beli salah satu produk kosmetik yang telah halal certified dari MUI, tapi mengandung zat pewarna serangga tsb.

    Nah, jadinya pewarna serangga itu halal or haram??

    Ternyata, hukum penggunaan pewarna serangga memang ada 2 pendapat, menghalalkan & mengharamkan.

    Ini penjelasannya:

    Mengenali Kosmetik Halal dan Alternatifnya (Updated)

    Mengenali Kosmetik Halal - Assalamualaikum Qonitas, Berhias sepertinya sudah menjadi dorongan naluriah setiap wanita. Berbagai macam kosmetik digunakan setiap hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun. Nah, sedemikian dekatnya wanita (dalam hal ini Muslimah) terhadap kosmetik, diutamakan untuk menggunakan yang sudah jelas kehalalannya.

    Kosmetik yang memiliki kehalalan yang jelas, tentu memiliki sertifikat resmi dari lembaga Fatwa. Di Indonesia, lembaga yang berhak memberikan sertifikat dan label halal pada produk kosmetik adalah LPPOM MUI.

    Untuk mengetahui adanya jaminan halal resmi di suatu kosmetik, bisa kita lihat logo halal MUI  melalui kemasan di tiap produknya. Seperti nilah logo halal yang dimaksud:


    KOSEMETIK HALAL MENURUT FATWA MUI (Dalam sidang komisi fatwa 13 Juli 2013)

    Ketentuan Hukum

    1.Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat:

    a. bahan yang digunakan adalah halal dan suci;
    b. ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar'i; dan
    c. tidak membahayakan.

    2. Penggunaan kosmetika dalam (untuk dikonsumsi/masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram hukumnya haram.

    3. Penggunaan kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi dibolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathhir syar’i).

    4.Penggunaan kosmetika yang semata-mata berfungsi tahsiniyyat, tidak ada rukhshah (keringanan) untuk memanfaatkan kosmetika yang haram.

    5. Penggunaan kosmetika yang berfungsi sebagai obat memiliki ketentuan hukum sebagai obat, yang mengacu pada fatwa terkait penggunaan obat-obatan.

    6. Produk kosmetika yang mengandung bahan yang dibuat dengan menggunakan mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia hukumnya haram.

    7. Produk kosmetika yang menggunakan bahan (bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan) dari turunan hewan halal (berupa lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya hukumnya makruh tahrim, sehingga harus dihindari.

    8. Produk kosmetika yang menggunakan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya apakah dari babi, harus dihindari sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

    Rekomendasi

    1. Masyarakat dihimbau untuk memilih kosmetika yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk kosmetika yang haram dan najis, makruh tahrim dan yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.

    2. Pemerintah mengatur dan menjamin ketersediaan kosmetika halal dan suci dengan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.

    3. Pelaku usaha diminta untuk memastikan kesucian dan kehalalal kosmetika yang diperjualbelikan kepada umat Islam.

    4. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan haram dan najis, baik untuk kosmetika dalam maupun luar.

    5. LPPOM MUI tidak melakukan sertifikasi halal terhadap produk kosmetika yang menggunakan bahan yang tidak jelas kehalalan dan kesuciannya, sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

    UNSUR YANG NAJIS & BAHAN MERAGUKAN DALAM KOSMETIK
    Menurut Fatwa MUI di atas, berhias hukumnya boleh, namun harus dengan kosmetik yang berasal dari bahan yang halal. Adapun unsur yang tidak boleh ada di dalam kosmetik, seperti:
    • Unsur Babi dan Anjing
    • Unsur hewan buas
    • Unsur tubuh manusia
    • Darah 
    • Bangkai
    • Hewan halal (misal: sapi) yang tidak syar'i cara penyembelihannya.
    • Khamar 
    Dan, dalam jagad industri kosmetik, banyak bahan-bahan syubhat yang harus diwaspadai titik kritis keharamannya., yaitu
    1. Plasenta
    2. Gliserin
    3. Kolagen
    4. Lactic Acid
    5. Plasenta
    6. hormon
    7. vitamin
    8. aneka pewarna, pewangi, dll
      (sumber: http://pusathalal.com/artikel-referensi/artikel-seputar-halal/item/404-cantik-dan-sehat-dengan-kosmetika-halal)
    Mengapa bahan-bahan di atas masuk kategori meragukan? Karena bahan-bahan tersebut bisa bersumber dari bahan yang halal atau yang haram. Halal dan haramnya pun bisa ditentukan dari cara produksinya, dan media perantara pembuatan bahan-bahan tersebut.

    Nah, kemudian, bagaimana dengan alkohol/ethanol?

    Menurut fatwa dari MUI, alkohol boleh ada di dalam kosmetik, selama alkohol tersebut tidak berasal dari industri minuman keras (khamar). Ditambah, alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan penggunanya, sehingga MUI membatasi persentase penggunaan alkohol/ethanol dalam kosmetik.

    ALTERNATIF KOSMETIK HALAL
    Seperti yang sudah dijelaskan, kosmetik yang insya Allah 100% halal adalah yang sudah mendapatkan sertifikat dan label halal dari MUI. Jadi, tetap prioritaskan kosmetik yang memang sudah punya label halal, ya!

    Nah, adakalanya kita pun ingin membeli atau mencoba produk-produk yang ada di pasaran, namun ragu dengan kandungannnya. Atau kita ada di tempat dimana tidak ada lembaga yang memantau kehalalan produk yang dijual.

    Ada beberapa cara tips, mencari ALTERNATIF kosmetik yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, antara lain:
    1. Pertama, pilihlah kosmetik dengan label 'Animal Cruelty Free' (ACF) cosmetics.
    ACF cosmetics adalah kosmetik yang tidak melakukan kekerasan terhadap binatang yang meliputi, uji coba keamanan kosmetik, bahan dan proses pembuatannya. Intinya, kosmetik yang bebas eksploitasi terhadap hewan apapun maksud dan tujuannya. Namun, menurut pengamatanku, kosmetik yang 'free cruel', biasanya terbagi menjadi 3:


    1. Vegan Cosmetics
    Vegan Cosmetics adalah kosmetik yang zero percent animal constituent, baik dalam bahan maupun proses pembuatannya. Cocok untuk mereka yang memiliki gaya hidup veganisme. Kosmetik jenis ini tentu 100% bebas kekerasan terhadap binatang dan tidak menggunakan unsur hewani dalam komposisi produknya. Menurut bahan yang digunakan, insya Allah bebas perbabian dan unsur hewani haram lainnya. Biasanya, kosmetik vegan, memiliki label seperti ini:
    Ada beberapa merek yang memiliki kosmetik vegan dalam varian produknya, seperti:  LUSH, The Balm, ELF cosmetics (100% vegan), Sleek, Urban Decay, NYX, Wet n Wild, dll. Untuk lebih jelas, produk apa saja yang berlabel vegan, bisa dilihat searching via google atau kunjungi web masing-masing.
    2. Vegetarian Cosmetics
    Ini tidak jauh beda dengan vegan cosmetics, namun memiliki kandungan yang masih berhubungan dengan hewan, yang tentunya tidak diperbolehkan dalam vegan sejati, namun masih bisa dipergunakan oleh mereka sang Vegetarian yang secara aturan memang lebih longgar, antara lain: susu, madu, beeswax, lanolin (dari wool domba), pewarna serangga carmine, bulu-bulu binatang yang diambil tanpa membunuh/menyakiti. Namun insya Allah, bebas unsur hewani yang diambil dengan cara/membunuh/menyakiti/dipergunakan tubuh dan dagingnya/

    Contoh kosmetik vegetarian adalah: The Body Shop, LUSH, Urban Decay, Paula's Choice.
    3. 'Others'
    Kalau ini cruelty free nya hanya sebatas bebas uji coba binatang, tapi tidak jelas apakah dalam produknya menggunakan unsur hewani atau tidak. Untuk yang meragukan seperti ini lebih baik dijauhi, meskipun ada label 'cruelty free' sekalipun. Contohnya: Bath and Body Works, Malibu, Too Faced, EOS,

    Untuk lebih jelas mengenai cosmetic yg 'Animal Cruelty Free'  versi PETA, bisa kunjungi:
      http://www.peta.org/living/beauty-and-personal-care/companies/default.aspx  

    2. Tips kedua, pilih kosmetik yang memiliki logo 'Leaping Bunny'.
    Leaping Bunny juga memberikan sertifikasi 'cruelty free' kepada produk-produk yang bebas kekerasan terhadap binatang. Konon, regulasinya lebih ketat dibandingkan aturan 'cruelty free' versi PETA. Berbeda dengan PETA, kosmetik yang memiliki logo Leaping Bunny terbatas pada kosmetik yang vegan dan vegetarian. Untuk 'cruelty free' yang meragukan, saya rasa tidak ada. 


    Beberapa contoh kosmetik yang terdaftar di Leaping Bunny:  Everyday Mineral, Paula's Choice, The Body Shop, Urban Decay, Burt's Bees, dll. 

    Untuk informasi lebih jelas, bisa kunjungi leapingbunny.org

    3. Tips ketiga, bila tidak terdaftar dalam cruelfty free cosmetics versi PETA maupun LEAPING BUNNY, biasakan untuk memastikan di web produk bersangkutan, apakah mereka memiliki klaim bahwa produknya bebas hewan atau tidak.
    Beberapa contoh produk: Hada Labo (animal free & alcohol free juga), L'occitane (vegetarian), Sebamed (sebagian vegetarian), Oriflame (sebagian vegan)


    4. Tips terakhir, bila sudah berniat membeli kosmetik vegan atau vegetarian, perhatikan ingredient kosmetik, apakah terdapat alkohol di dalamnya.
    Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi, alkohol boleh digunakan asalkan bukan berasal dari industri khamr (beverage industry), dan tidak merugikan penggunanya. Ada beberapa tips:

    • Kalau tertulils 'alcohol denat', alcohol SD, denaturated alcohol, ini halal digunakan. Karena alkohol jenis itu, bukan alkohol yang bisa dikonsumsi untuk tujuan mabuk-mabukan. Dan memang digunakan khusus pemakaian luar.
    • Lihat persentase alkohol. Kalau terlalu tinggi, hindari karena bisa menimbulkan iritasi pada sebagian orang. Kalau tidak tertulis persentasenya, lihat urutannya dalam ingredient list, semakin ada di posisi awal, berarti semakin tinggi jumlahnya diantara komposisi lainnya. Gunakan alcohol yang berkadar rendah
    • Untuk alkohol lain, seperti butyl alcohol, cetyl alcohol, dll (kecuali ethyl-alcohol). Itu bukan alkohol sejati, dan halal digunakan. Yang harus diwaspadai adalah alkohol yang hanya tertulis kata 'alcohol'/ethanol/ethyl alcohol.
    • Hindari produk kosmetik yang mengandung/tertuliskan wine, beer, dan unsur minuman keras lainnya. 
    • Amannya, gunakan produk NON ALCOHOL/ALCOHOL FREE bila tidak yakin.
     *****
    Sekian dulu, postingan singkatku mengenai ciri kosmetik halal. Kalau ada yg mau menambahkan, silahkan di kolom komentar. PERHATIAN: DILARANG MENGKOPI ISI TULISAN TANPA IZIN!
    Wa Allahu Alam Love, Momzhak